Kantor Bupati Didemo, Minta CV Java Ditutup

Kantor Bupati Didemo, Minta CV Java Ditutup

557
0
BERBAGI
Aksi unjuk rasa LSM PENJARA yang menuntut penutupan CV. Java yang diduga mencemarkan lingkungan dan sungai masyarakat.

CIREBON (R) – Ratusan anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) PENJARA menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Bupati Cirebon, Rabu (8/1/2020).

Dalam tuntutannya, LSM PENJARA meminta ketegasan pemerintah Kabupaten Cirebon untuk menutup sementara CV. JAVA, karena diduga melakukan pelanggaran kejahatan lingkungan.

Ketua LSM PENJARA, H. Agus Suratman mengatakan, pihaknya menuntut beberapa hal, salah satunya adalah meminta ketegasan pemerintah Kabupaten Cirebon untuk segera menutup sementara CV JAVA. Kemudian, menuntut pemerintah melalui Dinas Lingkungan Hidup, untuk mengadukan CV. JAVA secara hukum.

“Tuntutannya ada dua, yang pertama Bupati harus berani melakukan tindakan tegas dengan memerintahkan kepada satpol PP untuk menutup CV. JAVA dan yang kedua, Bupati harus berani memerintahkan Dinas Lingkungan Hidup untuk mengadukan CV. JAVA secara hukum. Karena CV. JAVA diduga melakukan kejahatan lingkungan dan data itu kami punya,” ungkapnya.

Agus menegaskan, sejak berdiri perusahaan tersebut kurang lebih hampir 20 tahun, kejahatan lingkungan tersebut diduga sudah terjadi dan seolah ada pembiaran terkait hal tersebut.

“Disamping laporan dari masyarakat, juga hasil investigasi kami, ternyata hasilnya sama seperti apa yang dilaporkan masyarakat. Dampaknya, aliran sungai yang menjadi pembuangan air limbah dari JAVA kehilir, tidak bisa digunakan karena tercemar dan berbahaya,” tegasnya.

Agus melanjutkan, sementara aliran sungai dari CV. JAVA kehulu masih aktif mengalir. Menurutnya itu jadi satu bukti bahwa aliran yang kehilir membahayakan dan mungkin masyarakat sudah merasakan dampak limbah tersebut.

“Bukan cuma lingkungan hidup saja, tetapi juga dari segi infrastuktur bangunan CV. JAVA itu, tidak memenuhi persyaratan. Karena tidak menggunakan aturan. Seharusnya bangunan itu ada sepadan sungai minimal itu sebelas meter di sisi bibir sungai,” lanjutnya.

Setelah aksi tersebut, Agus mengaku akan menunggu hasil dari koordinasi pihak – pihak terkait, dengan Bupati Cirebon, agar secepatnya pemerintah Kabupaten Cirebon memberikan tindakan tegas, sesuai apa yang LSM PENJARA tuntutkan.

“Setelah aksi ini, perwakilan yang ditunjuk Bupati yaitu ada Asda, Kasatpol PP dan Lingkungan Hidup, akan secara maraton dengan bupati membahas masalah tersebut. Hasilnya kita akan tunggu sama – sama. Kami berkehendak, secepatnya ditutup. Apabila tidak ada tindakan tegas, kami akan datang lagi kesini dengan masa yang lebih banyak lagi,” pungkasnya. (ta)

LEAVE A REPLY

two × four =