Kajari Cirebon Gunawan Wibisono Alih Tugas, Digantikan Tommy Kristanto

Kajari Cirebon Gunawan Wibisono Alih Tugas, Digantikan Tommy Kristanto

268
0
SHARE
Mantan Kajari Kabupaten Cirebon, Gunawan Wibisono, foto bersama Kajari Kabupaten Cirebon yang baru Tommy Kristianto bersama jajaran Kasie pada Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon.

BANDUNG (R) – Kabar peralihan tugas Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon, Gunawan Wibisono belakangan semakin santer terdengar. Setelah 2 tahun mengepalai Korps Adhyaksa di Kabupaten Citebon sejak 13 Oktober 2017, kini kabarnya ia menduduki jabatan baru sebagai Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Barat (NTB) di Mataram.

Selanjutnya, berdasarkan informasi yang berhasil di himpun, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Cirebon yang baru, akan digantikan oleh Tommy Kristanto yang sebelumnya menjabat sebagai Kajari di Kejaksaan Negeri Balangan pada Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan.

Ada 5 Kajari yang dirotasi dan mutasi di Jawa Barat diantaranya :

1. Kajari Purwakarta yang kini dijabat Andin Adhyaksantoro dari Asisten Pengawasan Kejati DIY menggantikan Syahpuan yang memasuki masa pensiun.

2. Yudi Triadi sebelumnya Asintel Kejati Jambi dilantik menjadi Kajari Depok menggantikan Sufari.

3. Douglas Pamino Nainggolan dilantik menjadi Kajari Indramayu menggantikan Abdillah yang menjabat Asintel Kejati Kalteng.

4. Tommy Kristianto dilantik menjadi Kajari Sumber (Kabupaten Cirebon) menggantikan Gunawan Wibisono yang kini menjabat Aspidsus Kejati NTB.

5. Sukoco dilantik menjadi Kajari Cimahi menggantikan Harjo yang ditugaskan menjadi Asisten Pembinaan Kejati Jambi.

Dalam acara pengambilan sumpah dan serah terima jabatan tersebut, Kepala  Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Raja Nafrizal menyampaikan bahwa pergantian personil dan penempatannya melalui alih tugas merupakan sebuah dinamika yang wajar.

“Mutasi ini sebagai upaya untuk menjaga keseimbangan agar roda organisasi Kejaksaan terus bergerak dinamis ke arah dan tujuan yang tepat,” jelasnya, Kamis (24/10/2019).

Kegiatan alih tugas diperlukan dalam upaya optimalisasi kinerja. Sehingga diharapkan  personil yang ditunjuk dapat mengakselerasi penyelesaian tugas sebaik – baiknya, serta  memberikan nilai positif bagi institusi Kejaksaan.

“Sorotan dan kritikan yang ditujukan masyarakat kepada institusi Kejaksaan  sesungguhnya merupakan bentuk ekspresi perhatian dari masyarakat yang di dalamnya  terkandung harapan sekaligus tuntutan agar Kejaksaan sebagai institusi penegak hukum  senantiasa dapat menjalankan tugas pokok dan fungsi serta kewenangan yang telah ditentukan,” jelasnya.

Dirinya berharap di tahun ini seluruh insan adhyaksa bisa menjawab segala harapan  dan tuntutan masyarakat dengan kerja dan karya nyata.

“Tugas di depan tentunya harus dijalankan. Salah satunya melalui pembenahan  organisasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, sebagai keharusan guna memulihkan kepercayaan publik serta meningkatkan citra institusi Kejaksaan menjadi lebih profesional,” pungkasnya. (tim)

LEAVE A REPLY

12 + four =