Kabupaten Cirebon Diklaim Bisa Panen Padi Setiap Bulan

    1144
    0
    BERBAGI

    Cirebon (R) – Dalam memenuhi kebutuhan pangan khususnya beras, pemerintah Kabupaten Cirebon bersama dengan badan dan instansi lainnya, terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan hasil produksi tanaman pangan khususnya padi.

    Bukan hanya menjalin kerjasama antar daerah, Kabupaten Cirebon juga selalu berkoordinasi dengan instansi vertikal baik di tingkat provinsi maupun pusat, dalam rangka pengembangan teknologi dan peningkatan SDM di bidang pertanian.

    Belum lama ini, tepatnya Sabtu (6/1/2018) rombongan Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian RI, bersama dengan Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kepala Dinas Pertanian, Kodim 0620 Kabupaten Cirebon, babinsa, penyuluh dan para petani, melaksanakan panen perdana di awal tahun 2018 ini.

    Panen padi sawah tersebut, dilaksanakan di desa Jamblang Kecamatan Jamblang Kabupaten Cirebon, dengan luas areal 40 hektar. Sementara varietas padi yang dipanen tersebut adalah mekongga, inpari dan ciherang dengan produktivitas mencapai 5,9 ton per hektar.

    Sekretaris BKP Kementan RI, Mulyadi Hendiawan usai panen perdana tersebut mengungkapkan, Kabupaten Cirebon adalah salah satu daerah yang memiliki arel sawah yang cukup luas, dengan cakupan panen ratusan ton perbulan. Sehingga dirinya berharap, kedepan tidak ada kekhawatiran akan terjadi kekurangan pasokan pangan di masyarakat.

    “Hasil panen perdana ini cukup memberikan keyakinan bahwa Indonesia mampu menjaga swasembada pangan demi memenuhi kebutuhan masyarakat. Hal itu bisa dilihat dari masa panen dan tanam yang terjadi terus menerus. Salah satunya seperti yang terjadi di Kabupaten Cirebon ini,” ujar Mulyadi.

    Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon H. Ali Effendi mengatakan, rencana luas panen di desa Jamblang adalah seluas 15 hektar. Namun sayangnya, tidak semua pertumbuhannya sama. Sehingga hanya 3 hektar yang siap dan berhasil di panen oleh petani.

    “Kabupaten Cirebon adalah salah satu penyangga pangan di provinsi Jawa Barat, dengan jumlah produksi mencapai 310.457 ton. Sementara kebutuhan beras di Kabupaten Cirebon kurang lebih 257.651 ton. Sehingga terjadi surplus sekitar 52.806 ton.” ujar Ali Effendi.

    Senada dengan Ali, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Cirebon, H. Muhidin menerangkan, rencana luas panen di Kabupaten Cirebon tahun 2018 ini dibagi sesuai masa tanamnya, yakni pada Januari 518 ha, Februari 1.898 ha, dan Maret 19.574 ha.

    “Pemerintah Kabupaten Cirebon menargetkan sasaran luas tanam pada Januari 2018 ini seluas 16.000 ha dan baru terealisasi 4.700 ha. Sekarang ini masih berjalan dan semoga target itu tercapai,” imbuh Muhidin.

    Dirinya juga menambahkan, stok pangan khususnya beras di Kabupaten Cirebon masih sangat mencukupi. Bahkan dengan adanya surplus, Kabupaten Cirebon menjadi salah satu daerah pemasok beras di Jawa Barat bahkan hingga ke DKI Jakarta.

    “Kabupaten Cirebon merupakan sentra produksi padi yang tidak saja mampu memenuhi kebutuhan produksi setempat, tetapi juga menjadi penyangga pangan di wilayah Provinsi Jawa Barat,” pungkas Muhidin. (Isno)

    LEAVE A REPLY

    18 − 15 =