Jokowi Ke Cirebon Bagikan 3.000 Sertifikat

Jokowi Ke Cirebon Bagikan 3.000 Sertifikat

533
0
BERBAGI

Cirebon (R) – Permasalahan sengketa pertanahan yang masih sering terjadi sampai saat ini, menimbulkan keprihatinan yang mendalam. Hal tersebut diungkapkan oleh Presiden RI Joko Widodo, saat melakukan kunjungan kerja di Cirebon, Minggu (11/3/2018).

Dalam sambutannya, Presiden yang akrab disapa Jokowi ini menyayangkan, masih banyaknya warga Indonesia, yang status tanahnya masih belum jelas. Kondisi tersebut rentan akan terjadinya perselisihan dan sengketa hukum yang berdampak pada kerugian moril maupun materiil.

“Ada 126 juta masyarakat Indonesia yang belum memiliki sertifikat. Tanahnya itu milik siapa, yang punyanya siapa. Kalau ada yang ngaku-ngaku, kalau ada yang menggugat, cara membelanya gimana? Sertifikatnya kan tidak ada. Makanya kita, negara, kejar itu. Mau sampe kapan, jika tidak di kejar dan di target,” ujar Jokowi saat membagikan sertifikat di Radiant Hall Beber Kabupaten Cirebon.

Dikatakannya, dulu Badan Pertahanan Nasional (BPN) hanya mengalokasikan 500 ribu sertifikat kepada masyarakat setiap tahunnya. Namun program tersebut belum efektif mengurangi jumlah warga yang belum memiliki sertifikat secara nasional.

“126 juta warga Indonesia yang belum punya sertifikat. Jumlah itu banyak sekali. Kalau cuma 500 ribu, kapan selesainya. Bapak ibu mau nunggu sampai 120 tahun supaya punya sertifikat. Kita akan kejar itu, saya minta pada pak menteri, tahun kemarin untuk memberikan 5 juta sertifikat. Tahun sekarang 7 juta sertifikat. Tahun depan 9 juta sertifikat,” tegas Jokowi.

Dirinya juga meminta kepada masyarakat yang sudah memiliki sertifikat, untuk merawatnya dengan baik. Menurutnya, sertifikat adalah dokumen negara yang sangat berharga karena menyangkut data pertanahan, yang mempunyai nilai jual.

“Buat yang sudah pegang sertifikat, tolong di jaga, dirawat baik – baik. Di fotokopi yang banyak, simpan yang aslinya ditempat yang aman. Boleh tidak digadaikan ke bank?, boleh. Asalkan bertanggung jawab. Gunakan uangnnya buat modal usaha, diperhitungkan. Jangan sampai bermasalah terus disita bank,” pesan Jokowi.

Sementara itu Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional, Sofyan Djalil menjelaskan, jumlah keseluruhan sertifikat yang dibagikan di wilayah III Cirebon adalah sebanyak 9.810 sertifikat. Jumlah tersebut terdiri dari 5 kabupaten/kota diaantara, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Kuningan.

“Jumlah yang diserahkan secara langsung oleh Presiden itu sebanyak 3.000 sertifikat. Itu pun diserahkan secara simbolis. Sisanya, akan di distribusikan oleh kantor pertanahan di daerahnya masing-masing,” ujar Sofyan.

Dikatakannya, jumlah 9.810 sertifikat tanah yang dibagikan tersebut, merupakan sisa dari program sertifikasi pada tahun 2017 kemarin. Dari total 5 juta sertifikat, Jawa Barat mendapatkan kurang lebih 80.000 sertifikat dari pemerintah pusat.

“Sertifikat ini semoga dapat bermanfaat untuk masyarakat. Kita selalu berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan pelayanan yang terbaik. Sesuai intruksi presiden, tahun 2023 masalah sertifikat sudah rampung. Mudah-mudahan di Jawa Barat pemberian sertifikat tanah teraebut bisa selesai tahun 2023 nanti,” tukas Sofyan. (NR)

LEAVE A REPLY

sixteen − seven =