Irmuska Dan Pemdes Karangsari Adakan Khitanan Massal

Irmuska Dan Pemdes Karangsari Adakan Khitanan Massal

242
1
BERBAGI
Kuwu Karangsari, Nasirudin (pojok kiri) mengecek langsung pelaksanaan sunatan massal yang dilaksanakan oleh Irmuska dan Pemdes Karangsari.

CIREBON (rq) – Ikatan Remaja Muslim Karangsari (IRMUSKA) yang di dukung pemerintah desa Karangsari dan juga Karangtaruna desa Karangsari, mengelar bakti sosial khitanan massal untuk masyarakat yang kurang mampu di wilayah desa Karangsari kecamatan Weru kabupaten Cirebon, Minggu (23/8/2020).

Kuwu desa Karangsari, Nasirudin mengatakan, pelaksanaan khitanan massal tahun ini sangat berbeda, tidak seperti tahun sebelumnya. Menurutnya hal tersebut dikarenakan adanya pandemi Covid-19.

“Dalam kegiatan sunatan massal ini tentunya kita tetap menerapkan prosedur keselamatan dengan menerapkan protokol kesehatan. Artinya inti sari kegiatan tetap kita jalankan,” terangnya.

Kuwu juga menjelaskan, biasanya kegiatan tersebut di berengi dengan adanya arak-arakan dan karnaval, namun hal tersebut tidak dilakukanya, mengingat adanya kekhawatiran terjadinya klaster baru penularan Covid.

“Memang tahun sekarang terkait karnaval dan arak-arakan kita hentikan dulu. Artinya tidak melaksanakan karena kondisi pandemi ini. Kami khawatir dengan adanya arak-arakan, maka dapat mengundang massa dari berbagai wilayah di luar (desa, red) kami. Tentunya hal itu dapat membuka terjadinya penularan Covid. Makanya kami tahun ini tidak mengadakan karnaval dan arak-arakan,” jelasnya.

Mengenai rangkaian kegiatannya ia menceritakan, sebelum dilakukannya khitanan, pada pagi harinya terlebih dahulu diadakan tasyakuran, kemudian khitanan dan pada malam harinya diadakan pengajian umum, dengan mendatangkan qori kondang dan mubaligh dari Indramayu.

“Untuk peserta sunatan sendiri alhamdulillah ada 22 anak. Mengenai peserta sendiri tidak terfokus untuk masyarakat Karangsari saja. Apabila ada kerabat yang di Karangsari maka mereka boleh ikut berpartisipasi. Intinya untuk masyarakat umum, terutama masyarakat yang tidak mampu,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan, dari awal, kegiatan tersebut di inisiasi dari Irmuska di bawah naungan Karangtaruna, kemudian pemdes desa Karangsari sebagai penanggungjawab. Namun menurutnya beberapa tahun belakangan pemdes sebagai penanggungjawab.

“Dalam acara ini anggarannya tidak semua berasal dari dana desa, akan tetapi ada juga swadaya masyarakat yang ikut membantu. Dana desa hanya untuk menutupi kekurangannya saja,” tambahnya.

Pihaknya berharap, seluruh komponen penggerak sosial kemasyarakatan, IRMUSKA, tidak patah semangat dengan adanya wabah virus Corona dan tetap menerapkan protokol kesehatan. Ia berharap kedepan, pelaksanaan kegiatan khitanan massal bisa berjalan lebih baik lagi.

Sementara itu, Khoirul Umam selaku ketua pelaksana kegiatan mengatakan, pelaksanaan khitanan massal tersebut merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka HUT IRMUSKA yang ke 22, serta perayaan HUT Kemerdekaan RI.

“Dengan adanya khitanan massal ini dapat membantu masyarakat yang notabene kurang mampu untuk mengkhitankan anaknya. Karena bagaimanapun dalam Islam yang namanya khitan itu hukumnya wajib bagi anak laki-laki. Jadi dengan adanya kegiatan ini, dinilai sangat membantu untuk masyarakat dengan kriteria kurang mampu,” terangnya.

Pihaknya juga mengucapkan rasa terima kasih untuk seluruh elemen masyarakat yang telah membantu terlaksananya kegiatan khitanan massal tersebut. Ia berharap IRMUSKA tetap solid dan mampu menjaga kekompakannya.

“Kami ucapkan terimakasih untuk para donatur, masyarakat serta pemerintah desa Karangsari yang telah membantu suksesnya acara ini. Semoga kedepan IRMUSKA tetap solid, kompak dan juga kedepan acara khitanan masal ini dapat lebih baik dan lebih meriah lagi,” tutupnya. (ta)

1 KOMENTAR

  1. Alhamdulillah… semoga acara tersebut bisa berjalan di setiap tahunya,karena memang ini sangat membantu masyarakat, dan bukan itu saja dengan kegiatan tersebut bisa memperkuat tali persaudaraan.. lanjutkan kawan semoga Allah membalas kebaikan kalian..

LEAVE A REPLY

1 × two =