Dishanpang Intervensi Penyebaran Desa Rawan Pangan

Dishanpang Intervensi Penyebaran Desa Rawan Pangan

290
0
SHARE
H. Muhidin Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Cirebon

CIREBON (R) – Desa rawan pangan terjadi dimana banyaknya suatu rumah tangga atau individu yang memiliki tidakmampuan, untuk mengakses dan mengkonsumsi pangan dalam jumlah yang cukup, pada kurun waktu tertentu. Baik sebagai akibat kegagalan produksi, maupun permasalahan daya beli masyarakat serta mengenai akses.

Berbagai upaya dilakukan pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah Kabupaten Cirebon. Bahkan di Kabupaten Cirebon terdapat 23 desa, yang tergolong desa rawan pangan. Sesuai data yang dimiliki Badan Pendapatan Daerah (BAPEDDA) Kabupaten Cirebon.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Cirebon, H. Muhidin mengatakan, dari data 23 desa yang dinyatakan desa rawan pangan, rata – rata berada di wilayah timur Kabupaten Cirebon.

“Itervensi dari dinas untuk hal itu, ada pemberian bantuan kepada para kelompok, contohnya kawasan mandiri pangan, kawasan rumah pangan lestari dan lainnya. Mengenai intervensi langsungnya, kami memberikan bantuan beras. Dari provinsi juga ada bantuan. Kemudian kami juga mengadakan bazar pangan murah,” terangnya Rabu (9/1/2019).

H. Muhidin juga menambahkan, mengenai kawasan mandiri pangan, sudah dilaksanakan di 3 desa, antara lain desa Pakusamben, desa Kudukeras dan desa Panguragan.

“Ini sudah berjalan contohnya di desa Kudukeras, kami berikan bantuan berupa dana sebesar Rp 100 juta untuk kelompok. Hal itu nantinya digunakan oleh kelompok dan kemudian dipinjamkan oleh anggota, lalu di kembalikan lagi ke kelompok. Supaya bagaimana mengembangkan dari
Rp 100 juta itu, bisa dapat lebih dan kami harapkan dana tersebut tidak hilang,” tambahnya.

Pihaknya berharap, kedepan dengan banyaknya upaya yang telah dilakukan, untuk menangani desa rawan pangan, baik dari pemerintah pusat maupun dari Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Cirebon. Dapat menekan jumlah desa rawan pangan yang ada di Kabupaten Cirebon.

“Kami akan senantiasa dan terus berupaya agar angka desa rawan pangan ini, dapat ditekan. Sehingga kedepan tidak adalagi yang namanya desa rawan pangan di Kabupaten Cirebon. Masyarakat yang ada di desa – desa yang tergolong masyarakat rawan pangan mampu mengakses dan mengkonsumsi pangan dalam jumlah yang cukup,” pungkasnya. (ta/is)

Penyunting : wanto

LEAVE A REPLY

eighteen − two =