Gus Abbas, Tutup Rutinan Manaqib Ponpes An-Nadwah Dengan Berbagi Sembako

Gus Abbas, Tutup Rutinan Manaqib Ponpes An-Nadwah Dengan Berbagi Sembako

1094
0
BERBAGI
DR. KH. Muhammad Abbas Yachsy, MA bin KH. Fuad Hasyim Pondok Pesantren Buntet dan Pengasuh Ponpes An-Nadwah Buntet.

CIREBON (rq) – Kegiatan manaqib rutin di Ponpes An-Nadwah malam Jum’at (9/4/2021) kemarin adalah yang terkahir kali menjelang bulan suci ramadhan 1442 Hijriyah. Kegiatan manaqib rutin tersebut ditutup dengan pembagian sembako bagi para dhuafa.

Seperti pada kegiatan manaqib sebelumnya, DR. KH. Muhammad Abbas Billy Yachsy, MA bin KH. Fuad Hasyim Buntet pesantren Cirebon atau akrab disapa Gus Abbas yang juga pengasuh ponpes An-Nadwah, memimpin langsung kegiatan penutupan manaqib rutin di ponpes An-Nadwah, yang dihadiri lebih dari seribuan jamaah dengan khusyu dan khidmat serta tetap melaksanakan anjuran pemerintah untuk mematuhi protokol kesehatan.

Dalam ceramahnya Gus Abbas mengucapkan syukur kehadirat illahi robby atas segala nikmat dan karunia yang diberikan kepada keluarga besar ponpes An-Nadwah beserta para jamaah yang mengikuti manaqiban rutin di ponpes An-Nadwah.

“Alhamdulillah, segala puji bagi Allah sang pemilik semesta alam bahwa sampai hari ini kita masih diberikan nikmat sehat, nikmat iman dan nikmat Islam, sehingga masih bisa berkumpul ditempat yang diridhoi Allah ini. Sholawat serta salam, semoga tercurahkan kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW,” ujarnya.

Paket sembako penutupan manaqiban rutin ponpes An-Nadwah Buntet.

Gus Abbas juga mengingatkan kepada para jamaah tentang datangnya bulan suci ramadhan yang tinggal menghitung hari. Para jamaah diminta untuk lebih mengintropeksi diri atas segala perbuatan yang telah dilalui baik yang disengaja ataupun yang tidak disengaja.

“Dengan datangnya bulan suci ramadhan menjadi kesempatan bagi kita untuk memperbaiki diri. Bulan suci ramadhan adalah bulan yang penuh dengan ampunan dan rahmat dari Allah SWT. Dimana setiap melakukan satu kebaikan akan dilipatgandakan pahalanya berkali – kali lipat,” terangnya.

Gus Abbas juga mengingatkan tentang adanya pandemi covid ini sebagai pelajaran yang harus dipetik hikmahnya, untuk memperbaiki diri dan menambah keimanan kepada Allah SWT. Karena menurutnya, segala kondisi yang terjadi dimuka bumi ini adalah kehendak dan kuasanya Allah SWT.

“Satu tahun ini kita bangsa Indonesia bahkan dunia, diuji oleh Allah SWT dengan wabah penyakit Covid19. Ekonomi hancur, kehidupan masyarakat makin sulit, sekolah diliburkan. Tapi apa hikmah yang kita petik, yaitu sabar dan tawakal. Berserah dirilah hanya kepada Allah, semoga kita semua dapat melalui ujian ini,” ringkasnya.

Advertisement

Gus Abbas juga mengucapkan terimakasihnya kepada para pihak yang telah membantu acara penutupan manaqiban rutin di ponpes An-Nadwah, sehingga berjalan baik dan lancar. Tak lupa juga disampaikannya, kepada yang menerima bantuan sembako tersebut, semoga dapat bermanfaat dan dapat diterima dengan ikhlas.

“Terimakasih kepada para pihak yang sudah membantu acara penutupan manaqiban ini, baik waktu, tenaga dan lain sebagainya. Semoga Allah membalasnya dengan pahala, syafaat dan barokahnya, sehingga terus menebar kebaikan. Bagi yang menerima santunan sembako, mudah-mudahan bermanfaat dan diterima dengan ikhlas,” pungkasnya. (is/on)

- Advertisement -