GMBI Kepung Kantor Pegadaian Cabang Plered

GMBI Kepung Kantor Pegadaian Cabang Plered

1979
0
BERBAGI
Ketua Korwil LSM GMBI Jabar memimpin jalannya aksi massa di depan kantor Pegadaian cabang Plered, Kamis (20/9/2018).

CIREBON (R) – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Distrik Cirebon Raya mengepung kantor Pegadaian cabang Plered dengan melakukan aksi massa didepan kantor Pegadaian, Kamis (20/9/2018).

Ketua LSM GMBI Distrik Cirebon Raya, Maman Kurtubi dalam orasinya mengatakan, GMBI menuntut pihak Pegadaian cabang Plered untuk bertanggung jawab atas alih fungsi bangunan cagar budaya, yang pemanfaatannya di bawah kewenangan PT. Pegadaian (persero).

“Kami GMBI, menuntut pihak PT. Pegadaian (persero) untuk bertanggung jawab atas perusakan cagar budaya milik negara. Pihak Pegadaian diduga telah melakukan pembiaran, atas beralih fungsinya bangunan cagar budaya oleh pihak swasta, dalam hal ini adalah pihak Pesona Batik,” tegasnya.

Dalam audensi antara pihak PT. Pegadaian (persero) Kanwil X Bandung bersama dengan perwakilan LSM GMBI Cirebon melalui Sekretaris Distrik menerangkan, GMBI menuntut pihak PT. Pegadaian (persero) Kantor Wilayah X Bandung dan PT. Pegadaian Cabang Plered untuk mengusir, menyegel dan menutup toko Pesona Batik.

“Pihak Pegadaian harus menindak tegas Toko Pesona Batik karena telah melakukan perusakan secara sengaja, gedung Pegadaian yang telah terdaftar sebagai cagar budaya yang dimiliki atau dibawah pengelolaan PT. Pegadaian Persero,” ujar Heri Suhardi dalam audensi.

Sementara itu, Oop Opadi selaku perwakilan Disbudparpora Kab. Cirebon menjelaskan, pada bulan Agustus 2018, ada tim observasi Balai Pelestarian Cagar Budaya Banten melakukan pengecekan terkait keberadaan gedung bersejarah di desa Werulor kecamatan Weru kabupaten Cirebon.

“Terkait permasalahan dugaan perusakan bagunan cagar budaya, saat ini masih dalam kajian. Hasilnya yang memutuskan adalah tenaga ahli,” ungkapnya.

Iwan Nirwana Humas Kanwil X Bandung PT. Pegadaian (Persero), usai aksi massa GMBI mengungkapkan, pihaknya menampung semua aspirasi yang disampaikan oleh LSM GMBI. Perihal dugaan perusakan bangunan Cagar Budaya, pihaknya masih menunggu keputusan dari tim ahli.

“Kami menyambut baik kepedulian LSM GMBI atas aset PT. Pegadaian yang saat ini dimanfaatkan oleh toko Pesona Batik. Kedua belah pihak, telah sepakat untuk memanfaatkan aset PT. Pegadaian agar lebih bermanfaat,” jelasnya.

Gedung Pesona Batik yang diduga telah merusak bangunan cagar budaya milik PT. Pegadaian (persero) cabang Plered

Dikatakan Iwan, toko Pesona Batik menempati aset gedung lama PT. Pegadaian (persero) cabang Plered sejak tahun 2014. Sejak itu segala bentuk pemeliharaan dan pengelolaannya dipercayakan kepada manajemen Pesona Batik.

“Dulu sejak kantor Pegadaian cabang Plered Pindah ke bangunan baru, gedung yang lama hanya dijadikan gudang. Kondisinya pun tidak terawat karena bangunan tua. Setelah disewakan, barulah ada pemeliharaan secara berkala,” ujarnya.

Terkait aksi massa lanjutan GMBI, Iwan menyerahkan semuanya pada proses yang sedang berjalan. Menurutnya saat ini berbagai pihak yang terkait tengah melakukan kajian atas permasalahan tersebut.

“Tim ahli saat ini sedang bekerja. Kita masih menunggu hasilnya. Jika memang nanti ditemukan ada pelanggaran. Kita menyerahkan sepenuhnya pada peraturan. Termasuk tembok milik Pesona Batik yang menghadap ke jalan nasional,” pungkasnya. (is)

Penyunting : wanto

LEAVE A REPLY

2 × 2 =