GMBI Desak Pemkot Cirebon Segera Tutup Galian C Cibogo

GMBI Desak Pemkot Cirebon Segera Tutup Galian C Cibogo

1254
0
SHARE
Ratusan massa LSM GMBI Distrik Cirebon Raya menduduki Balai Kota Cirebon menuntut penutupan galian C ilegal di Cibogo Argasunya, Kamis (16/5/2019).

KOTA CIREBON (R) – Aktifitas penambangan galian C di wilayah Kelurahan Argasunya Kecamatan Harjamukti Kota Cirebon, semakin meresahkan. Dampak yang ditimbulkan bukan semata kerusakan lingkungan. Melainkan kelangsungan hidup masyarakat setempat pun, juga menjadi taruhan.

Melihat kondisi tersebut, ratusan anggota LSM GMBI Distrik Cirebon Raya menggelar aksi dengan menduduki kantor DPRD Kota Cirebon dan kantor Walikota Cirebon, Kamis (15/5/2019). Hal tersebut sebagai bentuk protes lambatnya penanganan yang dilakukan oleh pemerintah menyelesaikan masalah kejahatan lingkungan tersebut.

Ketua LSM GMBI Distrik Cirebon Raya, Maman Kurtubi, usai audensi bersama Ketua DPRD, Sekda, dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Cirebon mengungkapkan, hasil dari audensi tersebut adalah kesepakatan untuk segera menutup lokasi galian C di Argasunya dalam waktu dekat.

“Kami mengapresiasi sikap Ketua DPRD yang sepakat dengan LSM GMBI untuk segera menutup lokasi galian C Argasunya. Kami akan terus mengawasi sampai permasalahan ini selesai. Kami memandang ini adalah masalah serius. Bongkar semua mafia yang bermain di belakangnya,” ujar Maman.

Dikatakannya, aksi yang digelar LSM GMBI tersebut adalah untuk mendesak pemkot Cirebon beserta Aparat Penegak Hukum mengambil langkah tegas, terhadap kejahatan lingkungan yang telah terjadi di wilayah Cibogo Argasunya. Ia juga meminta pihak kepolisian bersikap objektif dengan segera memproses dugaan kejahatan lingkungan yang dilakukan oleh para penambang di area galian C ilegal tersebut.

“Dalam kasus ini, sebagai pengelolanya adalah yayasan Gunung Jati. Kami menduga merekalah yang harus bertanggung jawab dalam pengrusakan lingkungan tersebut. Kita meminta kepada Kapolres Ciko untuk segera mengambil tindakan tegas dan memprosesnya secara hukum. Seret semua pelaku – pelakunya ke meja hijau. Tidak ada toleransi bagi para penjahat – penjahat lingkungan,” terangnya.

Maman menduga, selama beroperasi empat bulan terakhir yayasan Gunung Jati tidak pernah mengantongi ijin terkait penambangan galian C di wilayah Cibogo Kelurahan Argasunya tersebut. Itu pun diperkuat dengan keterangan dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Cirebon yang mengaku tidak pernah mengeluarkan ijin apapun terkait galian C di wilayah Cibogo.

“Alhamdulillah disana tidak ada pegangan satupun. Ijinnya tidak ada. Segala sesuatunya tidak ada. Artinya bahwa jelas disitu adalah galian C ilegal. Mereka melakukan penggalian tersebut ataupun aktifitas tersebut itu, tidak memiliki legalitas satupun,” ungkapnya.

Terkait sikap responsip Ketua DPRD Kota Cirebon, Maman mengapresiasinya dengan terus berkoordinasi sampai seluruh aktifitas galian C benar – benar berhenti total. Ketua DPRD, Edi Suripno memberikan waktu tiga minggu kepada Pemkot Cirebon untuk segera menyegel galian C di wilayah Cibogo tersebut.

“Ketua Dewan sepakat memberikan waktu tiga minggu kepada Pemkot Cirebon untuk menutup semua aktifitas galian C di Cibogo. Apabila dalam waktu tiga minggu, belum juga ada tindakan, kami LSM GMBI Distrik Cirebon Raya siap menurunkan massa yang lebih besar dan akan menduduki balai kota, untuk mendesak pemkot Cirebon bertindak tegas,” tegasnya.

Sementara terkait tindakan hukum galian C tersebut, Maman telah membuat pengaduan kepada Kapolres Cirebon Kota dan juga ke Polda Jawa Barat, agar segera melakukan tindakan tegas. Menurutnya para penambang galian C tersebut telah melanggar Undang – Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

“Kami sudah melakukan pengaduan kepada Kapolda Jawa Barat cq Ditreskrimsus Polda Jabar untuk memproses terkait dengan adanya satu bentuk dugaan tindak pidana kejahatan lingkungan terkait aktifitas yang ada di galian C Cibogo. Apabila dugaan pelanggaran hukumnya tidak di proses kami akan terus mendesak dan melakukan aksi moral untuk mengawal kasus tersebut,” pungkasnya. (tim)

Penyunting : wanto

LEAVE A REPLY

eleven + 9 =