GMBI Desak Polres Cirebon Tindaklanjuti Kasus Disdik dan Global Insani

GMBI Desak Polres Cirebon Tindaklanjuti Kasus Disdik dan Global Insani

1050
0
SHARE
Ratusan massa LSM GMBI Distrik Cirebon Raya dan perwakilan korwil II Jabar menduduki depan Mapolres Sumber Kabupaten Cirebon, menuntut kejelasan sejumlah perkara yang dilaporkan GMBI.

CIREBON (R) – Ratusan massa LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Distrik Cirebon Raya mendatangi Mapolres Sumber Kabupaten Cirebon, untuk menggelar aksi unjuk rasa, Kamis (27/12/2018).

Ketua Koordinator Wilayah II Jawa Barat Yudi Tahyudin, usai audensi dengan Kasat Reskrim dan jajarannya mengungkapkan, kedatangan LSM GMBI ke Mapolres Sumber Kabupaten Cirebon adalah untuk mempertanyakan sejumlah perkara yang ditangani oleh pihak penyidik Polres Sumber Kabupaten Cirebon.

“Kami datang ke sini (mapolres) adalah untuk bersilaturahmi. Juga sekaligus untuk mempertanyakan beberapa kasus, yang dilaporkan oleh keluarga kami LSM GMBI Distrik Cirebon Raya. Sampai saat ini pun, kami belum mengetahui sejauh mana proses penanganannya dan penyidikannya,” ujar Ketua Korwil II Jabar itu dalam orasinya.

Diungkapkannya, banyak perkara hukum baik yang diadukan maupun dilaporkan oleh LSM GMBI Distrik Cirebon Raya ke Polres Sumber Kabupaten Cirebon, sampai saat ini belum mendapatkan kejelasan maupun titik terang. Bahkan proses penanganannya, dikatakan Yudi, terkesan lambat dan berlarut – larut.

“Beberapa perkara itu diantaranya adalah, Dumas LSM DPD GMBI Kabupaten Cirebon (Cirebon Raya) tanggal 20 Februari 2017 terkait dugaan tindak pidana perbankan syariah dan dugaan tindak pidana pencucian uang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59 ayat (1) dan (2) Undang – undang nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah dan Pasal 3 Undang – undang Nomor 8 Tahun 2001 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang yang dilakukan oleh BMT Global Insani dan PT. Surabraja Mandiri di Kabupaten Cirebon,” jelasnya.

Selanjutnya, tambah Yudi, adanya penundaan berlarut penanganan perkara dan mangkraknya kasus di Polres Cirebon mengenai Dumas DPD LSM GMBI Kabupaten Cirebon (Cirebon Raya), Tanggal 25 Juni 2018 terkait dugaan penyalahgunaan gedung pegadaian di desa Weru Lor kecamatan Weru kabupaten Cirebon, yang sampai dengan saat ini belum ada kejelasan dan kepastian hukumnya.

“Selain dua kasus tadi, masih banyak lagi perkara LSM DPD GMBI Kabupaten Cirebon (Cirebon Raya) yang belum jelas proses penanganannya. Salah satunya juga soal, Perbuatan Melawan Hukum Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon dengan Laporan Polisi nomor LP.B/312/VII/2018/JABAR/RES CRB tanggal 12 Juli 2018 dengan pelapor atas nama Saudara Maman Kurtubi selaku Ketua Distrik LSM GMBI Kabupaten Cirebon (Cirebon Raya),” ungkapnya.

Sesuai dengan janji, lanjut Yudi, pihak kepolisian, dalam hal ini Polres Cirebon meminta waktu sampai 6 Januari 2019, untuk menentukan sikap, atas aspirasi yang disampaikan oleh Distrik LSM GMBI Cirebon Raya dan Korwil II Jabar, kepada Polres Sumber Kabupaten Cirebon. Namun apabila sampai tanggal yang sudah ditentukan tidak bisa memutuskan, ia berjanji akan membawa masa yang lebih besar lagi.

“Kami LSM GMBI akan patuh atas ucapan dari pihak Kepolisian. Namun apabila ucapan itu tidak terbukti. Seluruh anggota LSM GMBI di Jawa Barat, saya pastikan akan turun menduduki Mapolres Sumber Kabupaten Cirebon. LSM GMBI sangat menjunjung tinggi pancasila. Tugas dan fungsi kepolisian juga sejalan dengan Pancasila. Kami percaya bahwa kepolisian mampu menjalankan tugas dengan profesionalitas,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Distrik LSM GMBI Cirebon Raya Maman Kurtubi mengungkapkan, perkara BMT Global Insani dan juga perkara perbuatan melawan hukum Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, telah memiliki cukup bukti untuk dilakukan penahanan. Oleh sebabnya, Ia berharap pihak kepolisian, dalam hal ini Polres Sumber Kabupaten Cirebon, bisa segera mengambil keputusan tegas untuk segera melakukan penahanan yang bersangkutan.

“Kasus BMT Global Insani dan kasus Kadisdik Kabupaten Cirebon, bukanlah perkara kecil. Butuh keberanian dan juga nyali yang besar bagi para penyidik Polres Sumber Kabupaten Cirebon, untuk menanganinya. Hukum adalah panglima tertinggi. Hukum tidak bisa dibeli,” pungkasnya. (is/ta)

Penyunting : wanto

LEAVE A REPLY

fifteen − 6 =