GMBI Cirebon Raya Unjuk Rasa Tolak LGBT

GMBI Cirebon Raya Unjuk Rasa Tolak LGBT

611
0
BERBAGI

Cirebon (R) – Problematika, pro dan kontra pengesahan Rancangan Undang – Undang KUHP soal perzinahan atau LGBT dan RUU pro LGBT, mendapat penolakan keras dari berbagai lapisan masyarakat.

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)  Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Distrik Cirebon Raya menggelar aksi damai menolak legalisasi pemerintah bagi kaum Lesbi, Gay, Biseksual, dan Transgender agar tidak berkembang di kabupaten Cirebon, Rabu (31/1/2018).

Ketua Distrik LSM GMBI Cirebon Raya, Maman Kurtubi usai audensi dengan perwakilan DPRD Kabupaten Cirebon mengungkapkan, GMBI dengan tegas menolak perilaku menyimpang kaum LGBT yang dapat berdampak buruk bagi perkembangan generasi muda Indonesia.

“Kami GMBI menolak berbagai upaya legalisasi kaum LGBT dan perilaku menyimpang lainnya karena tidak sesuai dengan nilai dan norma pancasila. Kami meminta kepada pihak terkait untuk menyikapi permasalahan ini secara serius,” jelasnya.

Dikatakan Maman, berdasarkan informasi yang beredar, data LGBT di kabupaten Cirebon ada sebanyak 664 yang berasal dari berbagai wilayah di kabupaten Cirebon. Diperkirakan jumlah tersebut dapat terus bertambah jika tidak ada pencegahan dan penanganan serius dari pihak pemerintah.

“Kami salah satu lembaga yang berplakat pancasila, sangat keberatan jika LGBT di beri ruang untuk tumbuh dan berkembang di Indonesia. Jangan mau ditumpangi para pelaku yang menginginkan pengakuan dari negara. Itu adalah pelecehan terhadap pancasila,” tegasnya.

Dirinya juga meminta kepada pemerintah untuk membentuk peraturan sesuai dengan peruntukannya, tidak hanya mementingkan suatu golongan atau kaum tertentu saja. Hukum harus ditegakkan secara lurus. Jangan diberikan celah ataupun ruang bagi para pelaku kejahatan untuk lepas dari jeratannya.

“Kami GMBI meminta kepada anggota dewan yang terhormat selaku legislator untuk menolak dan memberikan sanksi tegas terhadap perilaku menyimpang kaum LGBT. Pasal tentang perzinahan dan RUU KUHP harus dijabarkan secara jelas dan sanksi yang tegas. LGBT tidak boleh tumbuh, apalagi berkembang di negeri ini,” paparnya.

Ditegaskan Maman, LSM GMBI Distrik Cirebon Raya akan memantau setiap wilayah di Kabupaten Cirebon untuk mendeteksi tempat perkumpulan kaum LGBT. Dirinya memerintahkan kepada seluruh anggota GMBI untuk memantau wilayahnya masing – masing, dan bekerjasama dengan pihak kepolisian setempat.

“Anggota GMBI Distrik Raya sudah diperintahkan untuk mengawasi dan memantau wilayahnya masing – masing. Kaum LGBT mungkin saja memiliki komunitas atau perkumpulan. Kita awasi itu, kemudian laporkan ke pihak yang berwajib,” pungkasnya. (Isno)

LEAVE A REPLY

15 − 1 =