Gebyar Inovasi Puskesmas Plumbon, Dari Ceting Sampai Ratu Bumil

Gebyar Inovasi Puskesmas Plumbon, Dari Ceting Sampai Ratu Bumil

281
0
BERBAGI
Gebyar inovasi puskesmas Plumbon bersama masyarakat yang dihadiri muspika Kecamatan Plumbon dan kepala bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon

CIREBON (R) – Tugas serta peran puskesmas di tengah masyarakat, akhir-akhir ini semakin vital. Puskesmas juga di tuntut memiliki kemampuan menejerial dan wawasan jauh kedepan, untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat.

Selain itu, mutu pelayanan juga menjadi bagian pokok dalam pengembangan puskesmas. Oleh sebab itu, banyak puskesmas berlomba – lomba dalam mengembangkan berbagai macam inovasi dalam menjalankan programnya.

Baru – baru ini, UPTD Puskesmas Plumbon Kecamatan Plumbon Kabupaten Cirebon, juga mengelar kegiatan gebyar inovasi, yang dilaksanakan pada Kamis (5/3/2020).

Pada kegiatan tersebut dilakukan penandatanganan komitmen bersama lintas sektoral berbagai inovasi program Puskesmas Plumbon.

Kegiatan juga dihadiri seluruh pegawai Puskesmas Plumbon, muspika kecamatan Plumbon, kepala bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, para kuwu se wilayah binaan UPTD Puskesmas Plumbon dan beberapa tamu undangan lainnya.

Kepala UPTD Puskesmas Plumbon dr. Dewi Waskito Ningtias mengatakan, dalam Gebyar Inovasi sendiri, terdapat beberapa program yang akan dilaksanakan diantaranya, getap sang ratu bumil, smail ceria, temu sanding psikologi dan bumil, menpora, terazana dan mabar ceting.

“Getap sang ratu bumil itu adalah kepedulian kami terkait banyaknya ibu hamil yang beresiko tinggi. Sehingga kedepan, ibu hamil yang berisiko maupun yang tidak beresiko, akan kita tandai bendera. Nah benderanya itu kita tandai di rumah – rumah yang ada ibu hamilnya. Jadi nanti yang waspada itu bukan hanya ibu hamilnya saja, tetangganya, bidan desa dan perangakat desa serta warga sekitar. Jadi ketika ada ibu hamil, kita sama – sama saling bantu. Mengingatkan saat waktu kontrol, maupun saat tiba waktu persalinan,” terangnya saat di temui tim media Republiqu, Sabtu (7/3/2020).

dr. Dewi juga melanjutkan, terkait smail ceria dan temu sanding psikologi dan bumil, merupakan langkah puskesmas dalam memberikan dorongan moril kepada ibu hamil, berupa senam ceria untuk ibu hamil dan juga menghadirkan psikolog, agar para ibu hamil dapat lebih kuat secara mental, baik saat hamil maupun pada saat menjelang persalinan.

“Adapun untuk program menpora dan terazana itu terdapat pada program posyandu remaja. Artinya dalam hal ini, kami berupaya hadir sebagai teman dari para remaja. Apa yang mereka butuhkan, kita mencoba hadir terkait penyuluhan kesehatan, baik tentang penyakit tidak menular, maupun tentang kesehatan reproduksi. Melaksanakan sosialisasi pencegahan kenakalan remaja dan juga sosialisasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba,” lanjutnya.

Ia juga menambahkan, selain program – program tersebut, pihaknya juga memiliki program yang diberi nama mapag ceting, yaitu program makan bersama dalam upaya pencegahan stunting. Program tersebut sudah dilaksanakan di desa Kebarepan Kecamatan Plumbon Kabupaten Cirebon.

“Mapag ceting sendiri bertujuan untuk mencegah terjadinya stunting. Nanti disitu kita makan bareng. Nanti juga ada edukasi dari petugas gizi, dari bidan desa, kadang dari dokter dan kadang dari kader posyandu itu sendiri. Itu dilakukan setiap satu bulan sekali dan bergilir di tiap posyandu. Program ini sendiri baru berjalan di desa Barepan. Tetapi insyaallah setelah ini berjalan dan kita evaluasi, program ini bisa diterapkan di desa lain di wilayah kerja kami,” tambahnya.

Ia berharap, dengan berbagai program inovasi yang dilaksanakan UPTD Puskesmas Plumbon, dapat meningkatkan mutu puskemas Plumbon dan dapat menekan angka kematian ibu dan anak, menciptakan generasi muda yang sehat, cerdas dan terhindar dari kenakalan remaja dan bahaya narkoba. (ta)

LEAVE A REPLY

6 + five =