Gamel Terbebas Banjir Masih Sebatas Wacana

Gamel Terbebas Banjir Masih Sebatas Wacana

237
0
BERBAGI
Junaedi selaku kuwu desa Gamel Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon, saat menjelaskan perihal permasalahan banjir di wilayah Desanya.

CIREBON (R) – Realisasi penanggulangan banjir, khususnya di wilayah kecamatan Plered Kabupaten Cirebon, sangat dinantikan masyarakat desa Gamel. Pasalnya, dari beberapa desa di wilayah kecamatan Plered, desa Gamel yang paling sering tergenang banjir, bila terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

Bahkan belum lama ini, banjir di wilayah itu hampir menggenangi seluruh wilayah desa Gamel meski dengan ketinggian air bervariasi, mulai dari 20 cm sampai ada sebagian tempat yang mencapai 1 meter lebih. Meski banjir sendiri hanya berlangsung beberapa jam, namun hal tersebut jelas merugikan masyarakat baik moril maupun materil.

Kuwu desa Gamel, Junaedi kepada Republiqu mengatakan, hampir setiap tahun desanya mengalami banjir. Bahkan tahun ini merupakan banjir terparah yang dialami. Pasalnya hampir setiap hujan dengan intensitas yang tinggi, wilayahnya pasti tergenang banjir.

“Kami selaku pemerintah desa Gamel mengucapkan terima kasih atas perhatian pemerintah Kabupaten Cirebon melalui dinas terkait, yang sudah banyak memberikan bantuan dan perhatiannya. Tapi kami berharapkan tidak cukup itu saja, akan tetapi harus ada solusi bagaimana kiranya desa kami ini tidak terkena banjir,” terangnya.

Ia melanjutkan, ada beberapa faktor diantaranya adanya 5 titik tanggul penahan tanah yang jebol dan panjangnya menurutnya kurang lebih 60 meter. Selain hal tersebut, masalah sendimentasi atau pendangkalan sungai di wilayahnya merupakan faktor utama penyumbang banjir di wilayah desanya.

“Yang kami tanyakan pada dinas terkait adalah mengenai dana penanggulangan bencana. Sampai sekarang itu belum ada realisasinya. Sementara selama saya menjabat, kurang lebih 3 tahun ini, selalu penanganannya hanya seperti ini, hanya kunjungan – kunjungan saat terjadi banjir. Tidak ada solusi bagaimana desa kami dan Sarabau ini tidak terjadi banjir lagi. Jelas menurut kami solusinya itu harus ada normalisasi sungai di wilayah kami,” lanjutnya.

Junaedi juga menambahkan, terkait normalisasi sungai, menurutnya bukan sesuatu yang sulit. Pasalnya sungai di wilayahnya itu, masih seperti semula yaitu masih lebar, namun banyak terjadi pendangkalan. Sementara yang menjadi masalah menurut junaidi adalah sungai di desa Sarabau yang kondisinya ada penyempitan di karenakan ada beberapa masyarakat kurang sadar, sehingga membangun melebihi bibir sungai.

“Yang perlu di tindaklanjuti dari dinas terkait, selain normalisasi harus juga ada koordinasi dengan KAI. Karena dengan adanya proyek double track kemarin, jembatan di bawah rel tersebut terjadi penyempitan. Mudah – mudahan dengan adanya koordinasi dengan DPRD Kabupaten Cirebon, dapat menindaklanjuti laporan kami,” tambahnya.

Junaedi juga mengatakan, permasalahan sampah kiriman juga harus menjadi sorotan, sebab menurutnya terkait sampah yang ikut terbawa aliran sungai, bisa mencapai puluhan ton jumlahnya. Sehingga perlu puluhan truk sampah untuk mengangkut sampah yang terbawa banjir.

“Saat banjir pertama kemarin, sampah kiriman jumlahnya sangat luar biasa kiriman dari selatan. Sampai waktu itu kami mendatangkan beko untuk mengangkat sampah dari sungai. Untuk mengangkutnya saja butuh sekitar 52 truck sampah untuk mengangkut sampah dari sungai itu,” pungkasnya. (ta)

LEAVE A REPLY

two × four =