Fokus Musrenbang Kecamatan Kedawung Atasi Sedimentasi Sungai dan Sampah

Fokus Musrenbang Kecamatan Kedawung Atasi Sedimentasi Sungai dan Sampah

304
0
BERBAGI
Penanganan sedimentasi dan sampah masih jadi fokus pembagunan dalam musrembang Kecamatan Kedawung tahun 2021.

CIREBON (R) – Penanganan sungai Kedungpane yang melintasi wilayah Kecamatan Kedawung Kabupaten Cirebon, masih menjadi salah satu topik pembahasan dalam kegiatan musrembang tingkat Kecamatan Kedawung, Kamis (13/2/2020).

Selain itu, pembahasan penanganan sampah di beberapa desa di Kecamatan Kedawung, juga ikut dijadikan pembahasan utama. Serta ajuan usulan – usulan pembangunan lainnya, yang bersumber dari dana Pagu Indikator Kewilayahan.

Kuwu desa Kedungdawa Sanita Wijaya mengatakan, ia dan beberapa kuwu yang desanya berada di sepanjang aliran sungai, jelas sangat membutuhkan adanya normalisasi sungai Kedungpane. Hal tersebut merupakan harapan yang memang sudah di ajukan beberapa tahun belakangan ini.

“Yang jelas keinginan dari kuwu, yang sepanjang wilayahnya di lalui sungai Kedungpane mulai dari desa Kedungdawa, desa Kedungjaya, desa Kedawung dan desa Pilangsari, jelas mengharapkan adanya normalisasi. Karena saat musim kemarau sungai itu sangat tidak terlihat penuh dengan sampah,” terangnya.

Sanita melanjutkan, meskipun saat hujan sampah yang terbawa arus itu banyak, namun menurutnya sendimentasi akibat sampah jumlahnya masih tetap banyak. Sehingga hal tersebut menurutnya, terkadang menjadi faktor terjadinya banjir di wilayah Kedawung.

“Kalau musim hujan sampah yang terbawa itu hanya sebagian, bahkan terkadang membawa sampah dari wilayah lain. Sehingga banyak yang mengendap. Kemudian kami juga menginginkan adanya senderan, agar dapat mengantisipasi longsor dan juga mencegah air masuk kepemukiman warga,” lanjutnya.

Ia juga menambahkan, permasalahan sungai Kedungpane setiap tahun dalam kegiatan musrembang selalu diajukan. Namun sampai saat ini, menurutnya belum ada realisasi dari pihak yang terkait menanganinya. Bahkan menurutnya, hal tersebut sudah pernah di survei oleh pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Tiap tahun dalam musrembang selalu diusulkan. Namun sampai saat ini, normalisasi sungai belum terealisasi. Sementara senderan setiap tahun direalisasi. Tahun kemarin bahkan dari provinsi sudah turun cek lokasi. Namun terkendala teknis, karena beko tidak masuk. Namun hal itu seharusnya bisa kita siasati bersama,” tutupnya.

Semetara itu, Camat Kedawung, H. Hermawan mengatakan, kegiatan musrembang tingkat Kecamatan merupakan salah satu kegiatan rutin yang dilaksanakan pemerintah Kabupaten Cirebon. Hal tersebut menurutnya, untuk pembahasan pembangunan yang bersumber dari dana Pagu Indikator Kewilayahan.

“Musrembang ini setiap tahunnya rutin dilaksanakan. Pembahasan musrembang tahun 2020 untuk pelaksanaan pembangunan di tahun 2021. Khususnya untuk Kedawung ini, Pagu Indikator Kewilayahannya mencapai Rp 2,3 milyar sekian. Ini merupakan hasil keinginan dan kemauan para kuwu di Kecamatan Kedawung. Jadi nilainya sudah fix sesuai hasil musrembang,” ungkapnya.

Terkait masalah sungai Kedungpane, H. Hermawan menjelaskan, hal tersebut sudah dalam upaya dari Dinas PUPR. Hal itu menurutnya, sudah ada komitmen dari Dinas PUPR, sehingga pihaknya masih menunggu upaya realisasi penanganan sungai Kedungpane.

“Kedungpane itu sudah dalam upaya yang maksimal dari dinas PUPR. Itu sudah ada komitmen. Sehingga kita tunggu realisasinya saja. Karena Kedungpane menjadi lahan banjir ketika musim hujan dan kekeringan saat musim kering. Harapannya, musrembang ini realisasinya dapat tepat sasaran, terutama salah satu desa mengenai penanganan masalah sampah,” pungkasnya. (ta)

LEAVE A REPLY

5 + 16 =