FMPPL Surati Dinas Lingkungan Hidup Soal Dugaan Pembuangan Sampah Liar PLTU 2

FMPPL Surati Dinas Lingkungan Hidup Soal Dugaan Pembuangan Sampah Liar PLTU 2

174
0
BERBAGI
Foto dokumentasi FMPPL soal dugaan pembuangan sampah liar yang diduga berasal dari proyek PLTU 2 Kanci Kabupaten Cirebon.

CIREBON (rq) – Persoalan pembuangan sampah di area proyek PLTU 2 Kanci Kabupaten Cirebon, belum juga usai. Kali ini Forum Mahasiswa Pemuda Peduli Lingkungan (FMPPL) menyurati Dinas Lingkungan Hidup terkait tindak lanjut persoalan tersebut.

Ketua FMPPL, Deden Iskandar kepada Republiqu mengungkapkan, dalam surat FMPPL Nomor : 38/FMPPL/III/2020 tertanggal 26 Oktober 2020 mengadukan soal gunungan sampah di area lokasi mega Proyek PLTU 2 Kanci Kabupaten Cirebon.

“Dalam surat itu kami mengadukan soal kekhawatiran kami FMPPL atas dampak lingkungan yang akan muncul. Yang pasti kekhawatiran kami adalah adanya persoalan baru yaitu kerusakan dan pencemaran lingkungan hidup,” jelasnya di komplek perkantoran Sumber, Senin (26/10/2020).

Dikatakan Deden, surat pengaduan tersebut bukan hanya dikirimkan ke Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cirebon saja, tetapi juga ditembuskan ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, CEPR Jakarta, Bupati Cirebon, DPRD Kabupaten Cirebon, Polresta Kabupaten Cirebon, Kodim Kabupaten Cirebon dan media.

“Kami juga menduga pihak maincount PLTU 2 Kanci, membuang sampahnya secara liar di dua lokasi, yaitu di desa Astanajapura dan desa Cimaranti. Apakah itu dibenarkan secara aturan ?. Kami meminta Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cirebon segera bertindak tegas dan turun ke lapangan,” paparnya.

Advertorial

Deden juga mengungkapkan, sebelum surat pengaduan tersebut dilayangkan, FMPPL juga sudah melakukan aksi moral beberapa waktu lalu di depan lokasi mega proyek PLTU 2 Kanci. Menurutnya aksi moral tersebut sebagai bentuk kepedulian FMPPL atas persoalan sampah yang terjadi dilingkungan mega proyek itu.

“Segala upaya telah kami komunikasikan kepada pihak CEPR dan juga maincountnya yaitu PT. Hyundai agar segera menindaklanjuti persoalan itu. Tapi sampai kami gelar aksi moral pun, tidak ada progress yang maksimal. Penumpukan sampah masih terjadi. Dan terakhir pun justru muncul pembuangan liar seperti yang kami adukan dalam surat,” tegasnya.

Deden berharap kepada Pemerintah Kabupaten Cirebon dan juga stakeholder yang terkait untuk tidak mengabaikan pengaduannya tersebut. Karena menurutnya sampah proyek yang dihasilkan dalam pekerjaan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap itu, butuh pengelolaan dan penanganan secara khusus.

“Tuntutan kami sangat sederhana. Tangani dan kelola sampah mega proyek pembangunan PLTU 2 Kanci dengan baik dan terintegrasi. Malu atuh sekelas perusahaan multinasional masa tidak bisa mengelola sampahnya. Silahkan pemerintah mengkaji dan menilai sendiri. Pemerintah harus segera turun tangan dan segera bertindak,” pungkasnya. (is)

LEAVE A REPLY

4 × three =