FKDC : Difabel dan Penderita Kusta Juga Manusia

FKDC : Difabel dan Penderita Kusta Juga Manusia

182
0
BERBAGI
Forum Komunikasi Difabel Cirebon (FKDC) bersama pemerintah Kabupaten Cirebon mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap Difabel dan Penderita Kusta.

CIREBON (rq) – Forum Komunikasi Difabel Cirebon (FKDC) gelar acara sensitisasi isu kusta dan disabilitas kepada organisasi masyarakat dan media di Aula Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Cirebon, Rabu (12/8/2020).

Bersama Pemerintah Kabupaten Cirebon diantaranya DPMD, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Pemerintah Kecamatan Astanajapura dan unsur-unsur lainnya.

Pada kesempatan tersebut FKDC membahas berbagai hal diantaranya mengenai desa Inklusi yang merupakan sebuah desa yang mendorong pemenuhan Hak yang sama dalam memberikan pelayanan terhadap semua orang, termasuk penyandang difabel secara setara.

Adapun salah satu desa di Kabupaten Cirebon yang menjadi percontohan hal tersebut adalah Desa Kendal, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Salah satu perwakilan FKDC, Mujid, mengatakan penyandang difabel memiliki hak yang sama seperti manusia pada umumnya. Meski memiliki keterbatasan mereka juga memiliki kelebihan tersendiri yang berguna bagi masyarakat. Ia menginginkan, masyarakat bisa merubah mindset negatif terhadap disabilitas, sehingga dapat membantu menumbuhkan rasa semangat dan percaya diri bagi mereka.

“Kami mengharapkan masyarakat akan semakin paham bahwa disabilitas bukanlah kecacatan yang ditonjolkan, karena mereka ini sama dengan orang pada umumnya, hanya saja memiliki keterbatasan dan paradigma tersebut harus diperbaiki,” ujar Mujid ketika menjadi narasumber acara tersebut.

Sementara itu salah seorang penderita penyakit kusta, Rusdin Mujahid, pada kesempatan tersebut mengatakan berbekal rasa semangat dan percaya diri, setelah melewati masa-masa sulit sebagai penderita penyakit tersebut, dirinya bisa hidup layaknya manusia normal pada umumnya dan menjadi guru di salah satu Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kabupaten Cirebon dan melanjutkan pendidikan di salah satu perguruan tinggi di Indonesia.

“Dulu saya sangat minder dan malu, setelah mengetahui saya menderita kusta dan tidak jarang dicemooh oleh beberapa orang. Namun ternyata rasa minder itu justru membuat langkah dan harapan terhambat, oleh karenanya kami meminta kepada semua pihak agar tidak melakukan diskriminasi kepada kami maupun saudara difabel, karena kami pun sama dengan anda, hanya dibedakan oleh keterbatasan,” tuturnya.

Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Cirebon, H. Mashuri, kepada media mengatakan pihaknya mendukung langkah yang dilakukan FKDC dalam memperjuangkan hak penyandang difabel. Menurut Mashuri, peran serta dari semua pihak dalam hal ini sangatlah dibutuhkan dimana mereka semua memilik hak yang sama.

“Kami dari pihak Pemerintah tentunya sangat mengharapkan adanya peran serta dari semua pihak dalam memberikan perhatian dan kesamaan Hak terhadap kaum difabel. Mereka itu memerlukan kesetaraan Hak dalam segala hal, dan kami sangat mendukung acara yang digagas oleh FKDC, karena pada prinsipnya kaum difabel itu memiliki kelebihan yang istimewa dari Allah, dan kita yang dalam tanda sempurna belum tentu memilikinya, mereka hanya dibedakan oleh keterbatasan, dan kita harus menghormati mereka dengan segala keterbatasan yang dimiliki,” pungkas Mashuri usai menghadiri acara tersebut. (on)

LEAVE A REPLY

5 × two =