Festival Bumi Beduran Di Suranenggala Resmi Ditutup

Festival Bumi Beduran Di Suranenggala Resmi Ditutup

766
0
BERBAGI
H. Hartono, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Cirebon

CIREBON (rq) – Festival budaya bumi Baduran yang diselenggarakan pemerintah kecamatan Suranenggala dalam rangka memperingati HUT Kabupaten Cirebon ke 539 resmi ditutup, dengan penampilan beberapa kreasi seni masyarakat Suranenggala, Jum’at (2/4/2021).

Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga kabupaten Cirebon, H. Hartono mengapresiasi adanya pelaksanaan festival budaya Bumi Baduran yang diselenggarakan pemerintah kecamatan Suranenggala. Hal tersebut menurutnya menggambarkan bahwa seni budaya masyarakat Suranenggala masih tetap terjaga dengan baik.

“Kami sangat mengapresiasi acara festival budaya ini, apalagi yang ditampilkan disini para seniman asli Suranenggala. Ada juga penampilan rekan – rekan Caruban Carnival. Ditambah lagi acara penutupan ini diselenggarakan di hutan mangrove Suranenggala, yang memang sangat indah. Tinggal kedepan ditata dan dikemas dengan baik. Sehingga masyarakat yang ingin berwisata mangrove, tidak harus di tempat lain. Karena di Suranenggala sudah ada,” ungkapnya.

Sementara itu Camat Suranenggala. Indra Fitriani mengatakan, Festival budaya Bumi Baduran dilaksanakan dengan tujuan untuk tetap melestarikan dan mengenalkan budayanya Wong Bedulan, yang menurutnya sampai dengan saat ini masih lestari dan tetap dilaksanakan oleh masyarakat Kecamatan Suranenggala.

“Selain sebagai tontonan, festival ini juga dijadikan sebagai tuntunan. Karena dalam festival tersebut, juga dikupas tentang apa dan bagaimana budaya tersebut ada.
Sehingga diharapkan bisa dijadikan bahan literasi bagi generasi muda untuk lebih mencintai budaya daerah,” terangnya.

Dikatakannya juga, festival budaya tersebut dilaksanakan pada masa pandemi Covid 19, sehingga pelaksanaannya juga dilaksanakan secara virtual. Menurutnya, dalam acara penutupan festival sendiri diselenggarakan di pancer sungai Winong yang juga menjadi taman mangrove desa Muara.

“Hari ini merupakan puncak kegiatan festival budaya Bumi Baduran. Kenapa kita laksanakan di taman mangrove, agar hutan mangrove yang ada di sini dapat lebih dikenal lagi. Tentunya pelaksanaan juga kita tetap menggunakan protokol kesehatan. Kami ucapkan selamat hari jadi kabupaten Cirebon yang ke 539. Mamayu Hayuning Diri, Mamayu Hayuning Buana,” ungkapnya.

Sementara itu, Arif selaku Masterpiece Caruban Carnival mengatakan, ia merasa bangga dengan diikutsertakannya Caruban Carnival dalam pelaksanaan festival budaya Bumi Baduran yang dilaksanakan pemerintah kecamatan Suranenggala dalam rangka memperingati HUT kabupaten Cirebon ke 539.

“Yang jelas ini sebuah kebanggaan tersendiri buat kami. Selain kita merupakan salah satu iconic kabupaten Cirebon. Sehingga keikutsertaan kita seperti suatu kewajiban khusus untuk event – event budaya seperti ini. Apalagi bu camat ini merupakan salah satu sosok yang memang gencar sekali melestarikan budaya,” jelasnya.

Arif juga telah mempersiapkan diri jauh-jauh hari sebelum pelaksanaan. Karena menurutnya ia telah terbiasa mengikuti berbagai event budaya, baik di Indonesia maupun di luar negeri.

“Kalau persiapan sendiri sebetulnya kami memang sudah on ready. Sehingga kita tidak terlalu banyak persiapan. Para talent – talent ini juga sudah terbiasa ikut event seperti ini. Dengan memakai kostum – kostum ini membuat kebanggaan sendiri untuk kami, daerah maupun Indonesia. Karena dengan kostum ini, kami bisa berprestasi baik tingkat daerah, nasional maupun internasional,” pungkasnya. (na/ta)

- Advertisement -