Ditemukan 87 Kasus HIV Baru Di Cirebon

Ditemukan 87 Kasus HIV Baru Di Cirebon

858
0
BERBAGI

CIREBON (R) – Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon menemukan 87 kasus baru HIV di Kabupaten Cirebon. Data tersebut menambah deretan jumlah kasus HIV di Kabupaten Cirebon, selama kurun waktu Januari 2018 sampai April 2018.

Berdasarkan data terakhir yang dimiliki pemerintah sampai dengan Desember 2017 kemarin, tercatat sebanyak 1.534 penderita HIV. Data tersebut hasil akumulasi selama kurun waktu Januari 2017 sampai dengan Desember 2017.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon Nanang Ruhyana mengatakan, dari 87 kasus HIV yang ditemukan, menambah jumlah data yang sebelumnya 1.534 penderita, menjadi total sebanyak 1.621 penderita HIV.

“Jumlah temuan sebanyak 87 penderita baru itu, tersebar di beberapa wilayah di Kabupaten Cirebon. Tercatat sampai bulan April 2018,” ujarnya.

Dikatakannya, berdasarkan rumus WHO, jika ada satu kasus ditemukan disuatu wilayah, dikalikan 200. Hal tersebut untuk mengidentifikasi penyebarannya, sebagai langkah antisipasi dan pencegahannya.

“Jika dilihat dari tupoksinya, dinas kesehatan, hanya tugasnya menyehatkan, mencegah dan mengendalikan. Ranahnya hanya disitu. Tidak terkait dengan masalah hukum atau lainnya,” kata Nanang.

Dirinya juga menambahkan, sejauh ini pemerintah melalui Dinas Kesehatan, sudah menyediakan sarana pelayanan kesehatan dasar yang ada di 29 puskesmas dan 6 rumah sakit di Kabupaten Cirebon. Semuanya sudah bisa melayani penyakit HIV.

“Dalam upaya pencegahan, kami pemerintah tidak pernah bosan melakukan sosialisasi dan edukasi, terhadap para remaja dan para kelompok resiko penyakit HIV,” terangnya.

Dirinya menjelaskan, para kelompok resiko, disebut sebagai populasi kunci, yang terdiri dari para wanita pekerja seks, baik langsung atau tidak langsung, kelompok gay atau LGBT, transgender, kelompok pengguna narkoba suntik dan juga ada sasaran khusus di kelompok low resiko atau resiko rendah pada ibu hamil.

“Umumnya ibu hamil adalah korban. Pemerintah selalu memeriksakan di setiap pelayanan puskesmas. Jika sudah diperiksa, kemudian terindikasi terjangkit virus HIV, sedini mungkin dialakukan pencegahan, jangan sampai bayinya tertular,” paparnya.

Dirinya juga menjelaskan, sebagai langkah penyebarluasan, jika di populasi kunci ditemukan penderita HIV, pemerintah akan mempertahankan jangan sampai penyakitnya meningkat menjadi status AIDS.

“Kami tekan jangan sampai kondisinya memburuk. Caranya dengan merujuk ke rumah sakit pelayanan dan perawatan, di faskes yang pemerintaj sediakan di Kabupaten Cirebon,” jelasnya.

Nanang mengungkapkan, sampai saat ini tidak ada yang bisa menyembuhkan virus HIV. Namun saat ini pemerintah hanya bisa meningkatkan kualitas hidup dari pasien tersebut, dengan cara selalu mengkonsusmsi atau meminum obat retroviral atau obat anti virus yang sudah disediakan pemerintah secara gratis.

“Fungsi dari obat tersebut adalah untuk menghambat pertumbuhan virus, sehingga virusnya tidak menyebar ke seluruh tubuh. Sifatnya adalah mencegah jangan sampai jumlah virus di dalam tubuhnya menjadi banyak dan mengganggu daya tahan tubuhnya,” Pungkas Nanang. (Narita)

Penyunting : Wanto

LEAVE A REPLY

one × 4 =