Disangka Korupsi Dana Desa, Kejaksaan Tahan Kuwu Cipanas

Disangka Korupsi Dana Desa, Kejaksaan Tahan Kuwu Cipanas

890
0
BERBAGI
Kuwu Cipanas Kecamatan Dukupuntang Kabupaten Cirebon, Banu Rengga disangka melakukan tindak pidana korupsi penyelewengan Dana Desa.

CIREBON (R) – Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon, kembali melakukan penangkapan terhadap kepala desa (kuwu) yang diduga melakukan tindak pidana korupsi penyelewengan penggunaan dana desa.

Dalam kasus ini Kejaksaan Kabupaten Cirebon menangkap seorang kuwu bernama Banu Rengga, yang merupakan kuwu non aktif desa Cipanas kecamatan Dukupuntang Kabupaten Cirebon.

Kasie Intel Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon, Aditya Rakatama mengatakan, pertanggal 19 Oktober 2018, dalam hal ini seksi pidana khusus, telah menetapkan kuwu Cipanas non aktif periode 2012-2018, atas nama Banu Rengga sebagai tersangka dalam dugaan tindak pidana korupsi penggunaan dana desa tahun 2017-2018.

“Pertanggal 12 Nopember 2018, kita melakukan penangkapan kepada yang bersangkutan selama 20 hari kedepan sampai tanggal 1 Desember. Besaran dugaan korupsi yang bersangkutan berdasarkan audit Inspektorat sebesar Rp 656.385.000,” katanya di depan awak media.

Ia menjelaskan, akibat tindakan kuwu non aktif tersebut, membuat yang bersangkutan dapat dikenakan beberapa pasal undang -undang tindak pidana korupsi, karena sudah mengakibatkan kerugian negara yang sangat besar.

“Mantan kuwu Cipanas kita sangkakan dengan pasal 2 ayat 1, pasal 3, pasal 8 junto pasal 18 Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, yang di ubah dan ditambahkan dengan undang-undang nomor 20 tahun 2001, tentang perubahan Undang – Undang Nomor 31 tahun 1999, dengan ancaman kurungan paling lama 20 tahun dan denda paling banyak Rp 1 milyar,” jelasnya.

Kasi Intel menegaskan, dalam kurun waktu 2017-2018 sudah ada 3 kepala desa di kabupaten cirebon yang tersandung masalah korupsi. Dari mulai desa Leuweunggajah kecamatan Ciledug, desa Winong kecamatan Gempol, serta desa Cipanas kecamatan Dukupuntang.

“Terkait kuwu lain, saat ini belum ada. Hanya lapdu saja. Cuma kita belum lakukan klarifikasi lebih dalam. Kita saat ini konsentrasi dulu untuk yang sudah berproses, karena ini berkaitan dengan masa tahanan. Jadi secepatnya kita lakukan tahap 2 dan begitu kita terima, langsung kita limpahkan ke Pengadilan Tipikor Bandung,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan, penangkapan kuwu Cipanas merupakan langkah pihak Kejaksaan dalam upaya penegakan hukum di Kabupaten Cirebon.

“Ini semata – mata dalam rangka proses penegakan hukum. Bukan ingin bikin gaduh kondisi dan situasi di Kabupaten Cirebon. Saya berharap kedepan, ini dijadikan contoh oleh para kuwu lainnya. Jangan sekali pun mecoba menyalahgunakan anggaran, karena aturannya tegas. Tidak ada toleransi untuk pelaku korupsi,” pungkasnya. (ta)

Penyunting : wanto

LEAVE A REPLY

eighteen + six =