Dirman Kritik Lingkungan Kerja PT. JPI Tidak Standar K3

Dirman Kritik Lingkungan Kerja PT. JPI Tidak Standar K3

642
0
SHARE
Beberapa buruh PT. Jafa Palma Indonesia, menjalankan aktifitas pekerjaan tanpa dilindungi Alat Pelindung Diri (APD).

CIREBON (R) – Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), di wilayah lingkungan tempat buruh bekerja, wajib dipenuhi oleh pihak perusahaan. Beberapa kriteria yang harus dipenuhi oleh pihak perusahaan diantaranya adalah kebersihan, alat pelindung diri, sanitasi, ketersedian udara bersih dan masih banyak lagi yang lainnya.

Melihat permasalahan tersebut, Dirman salah satu tokoh pemuda Palimanan Barat, mengkritik salah satu perusahaan di wilayahnya, yaitu PT. Jafa Palma Indonesia (PT. JPI), yang dinilainya belum menerapkan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan tempat buruhnya bekerja.

Kepada Republiqu, Dirman menceritakan pengalamannya saat berkunjung ke tempat kerja atau pabrik PT. Jafa Palma Indonesia. Ia melihat hampir mayoritas pekerja tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) yang sesuai dengan peruntukannya. Padahal resiko terjadinya kecelakaan kerja sangat mungkin terjadi.

“Ironis melihat para buruh di PT. JPI tidak dijamin dengan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Padahal tempat kerja para buruh di PT. JPI itu, rawan terjadinya kecelakaan kerja. Selain lingkungan kerja yang kurang sehat, para pekerja juga tidak dilengkapi penggunaan alat pelindung diri, seperti sepatu boot, masker, maupun sarung tangan. Walaupun ada, paling cuma beberapa,” jelasnya, Kamis (10/1/2019).

Dikatakan Dirman, dalam Undang – Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan Pasal 86 Ayat 1 Huruf a menerangkan, Setiap pekerja atau buruh mempunyai hak untuk memperoleh perlindungan atas Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

“Hak buruh untuk memperoleh perlindungan K3 sudah jelas diatur oleh Undang – Undang Ketenagakerjaan. Sebaliknya, yang saya lihat di lapangan, justru perlindungan K3 itu belum dilaksanakan oleh PT. JPI kepada para buruhnya. Tidak ada alat pelindung diri yang sesuai standar, yang melindungi para pekerja di PT. Jafa Palma Indonesia, dari resiko kecelakaan kerja. Saya sendiri miris melihatnya,” ungkap Dirman.

Lebih jauh dikatakan Dirman, selain tempat kerja yang kurang bersih, ketersediaan oksigen atau udara bersih di lingkungan pabrik, juga sangat terbatas. Banyak debu arang berterbangan dan mudah sekali terhirup oleh para buruh, yang setiap hari bekerja. Bagaimana kemudian dampak kesehatannya bagi para pekerja. Ini harus mendapat perhatian serius dari dinas terkait.

“Jangan dikira BPJS Kesehatan yang perusahaan berikan kepada buruh, bisa menggugurkan tanggung jawab perusaahan untuk melaksanakan peraturan K3. Itu salah besar. Saya akan mengadukan permasalahan ini kepada dinas terkait, khususnya Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Cirebon dan juga Balai Pelayanan Pengawasan Ketenagakerjaan Wilayah III Cirebon,” tegasnya.

Dirman, SE salah satu tokoh pemuda Palimana Barat dan juga calon anggota DPRD Kabupaten Cirebon Dapil 2 saat berkunjung ke pabrik PT. Jafa Palma Indonesia di wilayah Palimanan Barat Kecamatan Gempol Kabupaten Cirebon.

Dirman menilai, buruh adalah urat nadinya perusahaan. Tanpa buruh, perusahaan tidak akan bisa hidup dan berkembang. Buruh di ibaratkan juga seperti mesin pencetak uang. Jika buruh berhenti bekerja, tidak ada lagi uang yang akan dihasilkan oleh perusahaan.

“Namun ironi yang terjadi di abad ini, nasib buruh seolah tidak diperhatikan. Keringat mereka diperas, tetapi upah, kesejahteraan dan hak lainnya, belum maksimal dirasakan oleh para buruh. Ini adalah tugas kita bersama, termasuk saya, untuk membantu perjuangan buruh khususnya di Kabupaten Cirebon,” imbuhnya.

Sementara itu, Manajer PT. Jafa Palma Indonesia Sofyan Sonjaya saat diklarifikasi lewat pesan instan WhatsApp, belum memberikan jawaban. Pesan yang dikirimkan oleh tim Republiqu, terkait pelaksanaan K3 di perusahaannya, hanya dibaca oleh yang bersangkutan namun tidak ditanggapi.

Sampai berita ini dipublikasikan, belum ada keterangan resmi baik dari manjemen PT. Jafa Palma Indonesia, ataupun keterangan dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Cirebon dan juga Balai Pelayanan Pengawasan Ketenagakerjaan Wilayah III Cirebon. (is)

Penyunting : wanto

LEAVE A REPLY

5 × five =