Dipecat Sepihak, FSPS Demo PT. Young Jin Indonesia

Dipecat Sepihak, FSPS Demo PT. Young Jin Indonesia

1776
0
BERBAGI
Masa FSPS saat melakukan orasi di depan PT. Young Jin Indonesia Desa Marikangen

CIREBON (R) – Ratusan masa yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Singaperbangsa (FSPS) Kabupaten Cirebon, menggelar aksi unjuk rasa didepan PT. Young Jin Indonesia, Rabu (5/12/2018).

Aksi tersebut adalah buntut pemecatan salah satu anggota FSPS yang juga sebagai ketua SPA di PT. Young Jin Indonesia.

Para pengujuk rasa menuntut, pihak perusahaan untuk mempekerjakan kembali ketua SPA FSPS yang di PHK pihak perusahaan.

FSPS juga menyuarakan aspirasi lainnya yaitu mempidanakan perusahaan yang diduga, menghalang – halangi kebebasan berserikat dalam memperjuangkan hak – haknya dengan cara PHK dan Stop Union Busting.

Selepas aksi tersebut, FSPS melakukan audiensi dengan Pj Bupati Cirebon, Dicky Saromi di ruangan rapat Bupati di Gedung Setda Kabupaten Cirebon.

Kepala Biro Hukum dan Ham FSPS Kabupaten Cirebon, Ariyanto mengatakan, aksi tersebut bermula dari adanya kasus PHK sepihak dari perusahaan. Sehingga pihaknya menuntut pengusaha untuk kembali mempekerjakan yang bersangkutan.

“Dari pertemuan tadi, perusahaan memiliki itikad baik dari perusahaan dan akan kembali memperkerjakan anggota kami. Tetapi dengan syarat keputusan dari Dinas Tenaga Kerja, karena di sisi lain ada permasalahan terkait surat pernyataan yang dikawatirkan menjadi masalah,” terangnya di depan awak media.

Ari menuturkan, terkait tuntutan sebelumnya kepada PT. Young Jin, mengenai UMK dan jaminan sosial ketenagakerjaan, pihaknya mengapresiasi tindakan perusahaan yang merespon tuntutan tersebut.

“Anggota kita sekitar 61 orang, akan di PKWT kan oleh perusahaan dan apabila jaminan sosial tidak diberikan, maka kami akan melakukan upaya lain. Sementara bila dalam kurun waktu 3 hari kedepan, anggota kami yang di PHK tidak kembali bekerja, maka tanggal 22 Desember nanti, kami akan melakukan aksi yang lebih besar,” tambahnya.

Sementara itu HRD PT. Young Jin Indonesia, Handi Lola Anisa mengatakan, pihak perusahaan dalam hal ini, siap meperkerjakan kembali yang bersangkutan. Namun perusahaan menginginkan yang bersangkutan kedepan, mengikuti segala peraturan perusahaan yang sudah ditetapkan.

“Kemarin pada bulan September yang bersangkutan sudah dipekerjakan kembali. Namun yang bersangkutan kembali melakukan pelanggaran. Padahal jelas di dalam perjanjian tertuang, jika melakukan pelanggaran lagi, maka siap mengundurkan diri,” jelasnya.

Mengenai UMK Lola menjelaskan, bahwa hal tersebut sudah dalam penanganan dari UPTD Pengawasaan dan perusahaan akan melakukan perbaikan.

“UMK dalam aksi ini memang tidak menjadi tuntutan, akan tetapi kami sudah dalam pengawasan UPTD dan kamipun akan siap melakukan perbaikan,” jelasnya.

Di tempat terpisah Pj. Bupati Cirebon, Dicky Saromi mengatakan, dirinya menerima masukan aspirasi yang disampaikan oleh FSPS. Semuanya mengenai hak normatif buruh, diantaranya belum diterapkannya UMK di sejumlah perusahaan, BPJS yang belum diberikan dan beberapa kasus kecelakaan kerja yang tidak mendapatkan tanggungan atau ganti rugi yang setimpal.

“Saya beranjak dari klaim mereka terhadap surat yang di ajukan ke Disnakertrans Provinsi Cq UPTD Pengawasan Wilayah III. Dari situlah kita melihat, ada beberapa perusahaan, masih perlu menindaklanjuti. Karena tidak semua apa yang sudah diawasi atau di bina UPTD Wilayah III semuanya ditindak lanjuti. Jadi dari beberapa itu kemudian akan saya tugaskan kedisnakernya,” pungkasnya. (ta)

Penyunting : wanto

LEAVE A REPLY

1 × 3 =