Dinkes Deklarasi Desa Bebas BAB Sembarangan

Dinkes Deklarasi Desa Bebas BAB Sembarangan

597
0
BERBAGI

CIREBON (R) – Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Kesehatan menggelar deklarasi Open Defecation Free (ODF) massal bebas Buang Air Besar Sembarangan (BABS) bagi 37 desa di Kabupaten Cirebon, yang bertempat di lapangan Pataraksa Sumber, Kamis (5/7/2018).

Bupati Cirebon, H. Sunjaya Purwadisastra mengatakan, dari seluruh desa di Kabupaten Cirebon, baru sebanyak 54 desa yang mendeklarasikan sebagai desa ODF, bebas dari buang air besar sembarangan.

“Jumlah tersebut akan terus ditingkatkan setiap tahunnya. Kami menargetkan pada tahun 2022, semua desa di Kabupaten Cirebon 100 persen sudah terbebas dari BAB sembarangan, sehingga kualitas kesehatan masyarakat bisa lebih meningkat,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Hj. Wahyu Tjiptaningsih Sunjaya menambahkan, pihaknya bersama dengan pemerintah Kabupaten Cirebon, akan berupaya mengajak masyarakat agar berperilaku hidup bersih dan sehat, dengan tidak BAB sembarangan.

“Sehat itu diawali dari kesadaran masing – masing individual. Jika masyarakat sadar tentang bahaya dan dampak BAB sembarangan bisa merugikan kesehatan, pastinya akan beralih menggunakan jamban,” terangnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Hj. Enni Suhaeni menambahkan, Deklarasi desa ODF massal, adalah puncak dari rangkaian kegiatan ODF yang dilaksanakan di setiap desa dan kecamatan selama tahun 2018.

“Sebelumnya tim dari Dinas Kesehatan dan desa telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat, tentang resiko bahaya yang ditimbulkan dari perilaku BAB sembarangan. Selain dapat mencemari lingkungan, juga dapat berdampak buruk bagi kesehatan,” jelasnya.

Hj. Eni mengungkapkan, kotoran manusia mengandung bakteri e-coli. Jika larut dalam air atau dihinggapi lalat, kemudian menempel ke makanan, akan menyebabkan orang yang memakan mengalami diare, karena bakteri e-coli menyerang sistem pencernaan.

“Yang kami antisipasi adalah dampak luasnya. Karena jika perilaku BABS terus dibiasakan akan menimbulkan kejadian luar biasa yaitu diare massal. Bahkan tidak menutup kemungkinan, penyakit lain pun akan menyerang,” ulasnya.

Hj. Eni berharap, melalui deklarasi massal desa ODF ini, bukan hanya lingkungan yang terselamatkan. Kesehatan masyarakat juga bisa ditingkatkan, demi mewujudkan kabupaten Cirebon yang maju dan sehat.

“Butuh peran serta semua pihak, untuk mensukseskan Kabupaten Cirebon bebas dari BAB sembarangan. Komitmen masyarakat harus kuat. Sarana sanitasi juga harus terpenuhi. Semoga harapan itu bisa tercapai,” pungkasnya. (Narita)

Penyunting : Wanto

LEAVE A REPLY

nineteen + eighteen =