Dinilai Salahi Aturan, Kecamatan Plered Evaluasi Penyaluran BLT DD

Dinilai Salahi Aturan, Kecamatan Plered Evaluasi Penyaluran BLT DD

331
0
BERBAGI
Camat Plered, Hardomo mengumpulkan kuwu dalam rangka evaluasi penyaluran BLT DD dampak Covid-19 yang dinilai salahi aturan.

CIREBON (rq) – Pemerintah Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon bersama para kuwu se-Kecamatan Plered adakan rapat evaluasi penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) terdampak covid, di kantor Kecamatan Plered, Rabu (03/06/2020).

Camat Plered, Hardomo kepada awak media mengatakan, dalam rapat evaluasi tersebut pihaknya bersama para Kuwu se-Kecamatan Plered telah menyepakati dan berkomitmen untuk tetap mengikuti aturan yang berlaku.

“Kita sepakati kepada aturan yang berlaku, jadi kita berikan kepada tiap-tiap KK itu ya nominal 600, tidak ada potongan. Makanya kita evaluasi, aturannya bagaimana. Dan kita sepakati kedepan kita berpedoman kepada aturan yang berlaku,” ujarnya usai rapat.

Ia mengaku, sebelumnya telah mendapat informasi dari beberapa unsur mayarakat mengenai ketidaksesuaian penyaluran bantuan tersebut, sehingga rapat evaluasi tersebut diadakan.

“Kita membijaksanai kebijakan menyalahi aturan tapi masih dikomplain, kita menerapkan aturan kita dikomplain, pilih mana ? ya kita pilih aturan dan di komplain,” jelasnya.

Menurutnya, setiap ada kebijakan apapun pihaknya selalu merapatkan dan berkoordinasi dengan Pemerintah Desa (Pemdes), agar selalu menerapkan aturan yang ada.

“Kondisi di Desa berbeda beda, yang terpenting sih tidak ada pengaduan, tinggal kedepan sih, kita mau memperbaiki kesalahan atau tidak. Saya kembalikan lagi kepada yang bersangkutan kalau saya sih hanya sebagai fasilitator dan koordinator, bagaimanapun juga kan kita ingin selamat ingin aman,” tambahnya.

Sementara itu, pihaknya berharap bantuan tersebut sampai tepat sasaran dengan nominal yang sudah ditentukan sesuai dengan aturan pemerintah. Adapun kriteria penerima yang lebih diutamakan adalah buruh pabrik yang dirumahkan atau di PHK, usaha kelontong, pedagang kaki lima, pedagang pasar malam, dan lainnya yang notabene masuk kategori ekonomi rendah. (on)

LEAVE A REPLY

5 × two =