Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon Gelar Bantuan UPPO

Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon Gelar Bantuan UPPO

838
0
BERBAGI

Cirebon (R) – Untuk meningkatkan produktifitas lahan pertanian, khususnya sawah, Kementerian Pertanian menyarankan kepada para petani agar beralih menggunakan pupuk organik (alami, red) dan tidak lagi menggunakan pupuk anorganik (kimia, red).

Berdasarkan riset yang dilakukan Kementerian Pertanian, penggunaan pupuk anorganik selama tiga dekade terakhir, telah menyebabkan degradasi mutu lahan. Itu dikarenakan terjadinya kerusakan struktur tanah dan berkurangnya unsur hara tanah, yang berdampak pada pertumbuhan dan hasil tanaman padi.

Di tahun 2017 kemarin, Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon melaksanakan program bantuan Unit Pengolahan Pupuk Organik (UPPO), dengan sasaran sejumlah kelompok tani (poktan) yang tersebar di sejumlah wilayah di Kabupaten Cirebon.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, H. Ali Effendi mengatakan, program bantuan UPPO adalah salah satu upaya pemerintah untuk menyelamatkan lahan pertanian masyarakat, khususnya sawah, agar tidak terjadi kerusakan dan penurunan produksi, akibat lahan sawah yang terkontaminasi zat kimia secara terus menerus.

“Di tahun 2017 kemarin, kita telah menggelar program bantuan UPPO untuk para kelompok tani di Kabupaten Cirebon yang dilaksanakan secara swakelola.¬†Awal ada 5 unit. Aspirasi dari anggota dewan Partai PKS. Itu lebih dulu di proses karena anggarannya berasal dari DIPA satker Propinsi dan sudah berjalan semua di pertengahan tahun 2017,” kata Ali. Selasa (17/1/2018).

Dikatakannya, dari 5 bantuan awal, semuanya sudah diproses. Uang sudah masuk ke rekening kelompok masing – masing. Dari 5 kelompok tersebut kegiatan sudah dilaksanakan dan anggaran sudah dicairkan semua oleh masing – masing kelompok yang menerima.

“Ada yang tertinggal 1 kelompok belum dicairkan semua anggarannya. Tapi uang sudah ada di rekening kelompok. Pada tahap awal sudah dicairkan, untuk pembangunan gudang dan kandang tapi pencairan tahap selanjutnya masih tertahan. Karena bangunan gudang belum sesuai spek,” ungkap Ali.

Ali menjelaskan, ada 3 tahap proses pencairan anggaran bantuan UPPO yakni, tahap 1 pembangunan gudang kompos dan kandang. Tahap 2 pengadaan alat pengolah pupuk organik (APPO) dan tahap 3 yaitu pengadaan sapi dan pakannya.

“Kita meminta kelompok tersebut untuk menyelesaikan gudang sesuai dengan spek yang sudah ditetapkan. Sekarang sedang dikerjakan. Sedang dalam proses penyelesaian. Setelah itu selesai, baru ke tahap pencairan selanjutnya,” jelasnya.

Ali juga menambahkan, di akhir tahun 2017, ada lagi tambahan 7 paket bantuan UPPO. Anggaran kegiatan tersebut masuk ke APBN-P yang pengesahan DIPA-nya akhir November 2017 lalu. Di awal Desember barulah anggaran bisa diproses dan kegiatan bisa dilaksanakan.

“Sekitar tanggal 20 Desember 2017 kemarin, anggaran tahap pertama sudah turun dan sudah dicairkan oleh masing – masing kelompok. Sekarang bangunan gudang sudah hampir selesai, tinggal pengajuan ke tahap selanjutnya,” tambah Ali.

Sementara itu, Ali juga menjelaskan, untuk pembelian sapi, Dinas Pertanian membuat tim teknis, untuk menjamin kualitas dan spesifikasi sapi tersebut. Itu sebagai pendampingan kelompok agar memperoleh sapi yang sehat dan berkualitas unggul.

“Jadi 7 paket bantuan UPPO tersebut adalah aspirasi dari Partai Demokrat. Yang ini belum selesai. Tapi bantuan Aspirasi dari Partai PKS sudah selesai. Intinya kami mendorong kelompok untuk cepat menyelesaikan pekerjaan agar pencairan bisa segera dilaksanakan,” terangnya.

Ali mengungkapkan, ada 12 unit paket UPPO yang dilaksanakan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon. Masing – masing paket bernilai kurang lebih Rp175 juta, yang diberikan kepada masing – masing kelompok tani, di beberapa wilayah di Kabupaten Cirebon.

“Kami menghimbau bagi para kelompok tani yang mendapat program bantuan UPPO jangan mudah termakan isu. Kami selaku petugas mengarahkan agar semuanya berjalan dengan baik. Jangan sampai kedepan malah merugikan kelompok itu sendiri karena pelaksanaan yang tidak sesuai,” imbuh Ali.

Dirinya juga berpesan kepada kelompok tani penerima bantuan, agar segera menyelesaikan pekerjaan program bantuan UPPO tersebut.

“Anggarannya itu dari APBN-P, yang muncul di akhir tahun 2017, sehingga penyelasaian pekerjaan sampai ke bulan Januari 2018 sekarang. Saya juga menghimbau para kelompok untuk melaksanakan kegiatannya sesuai dengan juklak dan juknis, agar tidak ada permasalahan kedepan yang dapat menghambat jalannya program pertanian,” pungkas Ali.

Sementara itu, Herman Hidayat Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian menambahkan, setiap kandang dari masing – masing kelompok di isi sapi sejumlah 6 ekor, dan diharuskan betina untuk menambah populasi sapi tersebut.

“Setiap kelompok itu mendapat jatah sapi 6 ekor dan sapi itu harus betina. Alasannya karena kami mengharapkan ada peningkatan populasi dari sapi tersebut. Supaya jumlah sapinya bertambah dan berkembang biak,” jelas Herman.

Kasie Tanaman Serelia Dinas Pertanian, Iwan Mulyawan menyampaikan, bantuan yang diberikan kepada kelompok itu adalah ibarata modal awal. Kelompok tani diharapkan dapat mengembang usaha taninya bukan hanya sebatas memanfaatkan untuk pupuk organiknya saja.

“Tujuan program UPPO ini memang untuk memproduksi pupuk organik oleh kelompok. Tapi manfaat lainnya bisa dijadikan usaha tambahan bagi kelompok untuk menambah penghasilan, baik dari penjualan pupuk ataupun ternak sapi yang maju,” pungkasnya. (Isno)

LEAVE A REPLY

sixteen − fifteen =