Diduga Ada Pemotongan, Penyaluran BST Desa Beringin Pangenan Diadukan Ke Kejaksaan

Diduga Ada Pemotongan, Penyaluran BST Desa Beringin Pangenan Diadukan Ke Kejaksaan

235
0
BERBAGI
Jajaran komisioner DKN FORKOM LSM dan Ormas Cirebon.

CIREBON (rq) – Dewan Koordinasi Nasional Forum Komunikasi LSM dan ORMAS (DKN FORKOM LSM dan ORMAS) Kabupaten Cirebon, mengadukan dua oknum perangkat desa Beringin kecamatan Pangenan kabupaten Cirebon, ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon atas dugaan pemotongan dana Bantuan Sosial Tunai (BST) Kementerian Sosial tahun 2020.

Kusmin salah satu Komisioner DKN FORKOM LSM dan ORMAS Kabupaten Cirebon mengatakan, hal tersebut merupakan tindak lanjut dari adanya laporan aduan masyarakat desa Beringin terkait dugaan adanya pemotongan bantuan tersebut beberapa waktu lalu.

“Ini merupakan tindak lanjut atas aduan masyarakat desa Beringin tentang dugaan adanya pemotongan bantuan BST yang mereka terima. Terutama para KPM yang menerima bantuan itu,” terangnya Senin (26/10/2020).

Diungkapkannya, pihaknya juga telah meminta keterangan dari Kantor POS Cirebon sebagai leading sektor penyaluran bantuan tersebut. Selain itu, pihaknya juga mendapat surat pernyataan dari perwakilan masyarakat yang mendapatkan bantuan itu.

“Beberapa waktu lalu, kami juga meminta klarifikasi Kantor POS Cirebon dan membenarkan adanya pembagian bantuan BST tahap 4 dan 5 kepada 122 KPM yang dibagikan di balai desa Beringin tertanggal 4 September 2020. Selain itu kami juga sudah ada pernyataan dari masyarakat Beringin penerima bantuan yang merasa dirugikan terkait pemotongan itu,” lanjutnya.

Advertorial

Dijelaskan Kusmin, pihaknya juga menduga ada unsur kelalaian yang diduga dilakukan oleh kuwu desa Beringin dengan membiarkan pemotongan tersebut terjadi di balai desa Beringin. Oleh sebab itu pihaknya juga ikut mengadukan dugaan kelalaian oknum kuwu tersebut.

“Pemotongan ini kan diduga terjadi dibalai desa Beringin. Maka kami juga ikut mengadukan Kuwu Beringin atas dugaan kelalaian dan dugaan penyalahgunaan kewenangan, sehingga hal tersebut bisa terjadi kantor balai desa Beringin,” tegasnya.

Kusmin menegaskan, lembaganya akan mengawal persoalan tersebut sampai ada titik terang. Ia berharap agar kejadian tersebut tidak terulang lagi di kemudian hari. Hal tersebut juga diakuinya merupakan bentuk pembelajaran untuk seluruh pihak, agar tidak mencoba “bermain-main” dalam penyaluran bantuan untuk masyarakat itu.

“Kami pastikan persoalan ini akan kami kawal sampai tuntas. Karena kami anggap ini sebuah kejahatan yang sangat luar biasa. Karena apa yang di potong itu merupakan bantuan untuk masyarakat yang memang sangat membutuhkan. Ini juga bentuk peringatan kepada para pihak pelaksana bantuan sosial, agar jangan berani bermain-main soal bantuan, terutama bantuan untuk masyarakat miskin,” pungkasnya. (ta/is)

LEAVE A REPLY

14 − thirteen =