Di Desa Karangsari, Penerima BLT DD Dampak Covid-19 Terima Rp600.000

Di Desa Karangsari, Penerima BLT DD Dampak Covid-19 Terima Rp600.000

880
0
BERBAGI
Penyerahan bantuan BLT DD dampak Covid-19 oleh pemerintah desa Karangsari.

CIREBON (rq) – Pemerintah desa Karangsari kecamatan Weru Kabupaten Cirebon, mulai membagikan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) untuk masyarakat terdampak Covid-19, Kamis (28/5/2020).

Uang sebesar Rp600.000 per KK diberikan secara langsung oleh Pemdes Karangsari kepada penerima bantuan tersebut.

Sebanyak 249 KK yang terbagi di 6 RW di wilayah desa Karangsari mendapatkan bantuan tersebut. Pembagian juga di kawal langsung oleh kuwu Karangsari, BPD, Babinsa dan Babinkamtibmas desa Karangsari.

Kuwu desa Karangsari, Nasirudin mengatakan, kegiatan pembagian BLT DD tahun 2020 kepada masyarakat terdampak Covid-19 mulai dibagikan hari ini, Kamis (28/5/2020). Menurutnya pembagian tersebut dilaksanakan di tiap-tiap RW. Itu dilakukan, kata Nasir, untuk menghindari adanya kerumunan di desa dalam pengambilan bantuan tersebut.

“Kita turun langsung dan bagikan di masing-masing RW. Di desa Karangsari ada 6 RW. Itu kita lakukan supaya masyarakat tidak berkerumun. Prosedurnya, yang menerima adalah nama yang bersangkutan dan terdaftar dalam usulan pembagian itu. Pengambilan tidak bisa diwakilkan. Laporan pertanggungjawaban dari KPPNya begitu. Tidak boleh diwakilkan. Sekalipun itu istrinya,” terangnya.

Kuwu Nasir juga menjelaskan, untuk pengambilan bantuan, pemerintah desa memberikan waktu selama 3 hari kedepan. Menurutnya, itu dilakukan barangkali ada masyarakat yang tidak bisa mengambil karena ada kepentingan lain. Pihaknya juga harus memastikan penerima bantuan tersebut adalah orang yang terdaftar dalam bantuan itu.

“Sesuai aturan, Dana Desa kami itu sebesar Rp 1.290 juta sekian atau kurang lebih Rp 1,2 Milyar. Jadi kami bisa menggunakan 35% dari anggaran dana desa itu untuk BLT DD. Itu kami laksanakan sesuai aturan Menteri Keuangan. Jumlah bantuannya sesuai aturan sebesar Rp600.000 per KK,” jelasnya.

Nasir juga mengatakan, pemerintah desa tidak ikut campur tangan dalam hal penerima manfaat ingin berbagi bantuan tersebut kepada masyarakat lain yang membutuhkan. Menurutnya, pemerintah desa memberikan bantuan sesuai aturan, yaitu sebesar Rp600.000 per KK.

“Adapun si penerima tersebut mau berbagi dengan yang lain, ya silahkan. Mangga-mangga saja. Kami tidak ikut campur. Yang pasti kami membagikan sesuai aturan yang ditetapkan pemerintah yaitu sebesar Rp600.000 per KK,” jelasnya.

Ia juga menambahkan, terkait data susulan penerima bantuan tersebut, merupakan data masyarakat yang tidak mampu dan terdampak Covid-19. Mereka yang mendapat, menurutnya adalah masyarakat yang tidak terdaftar dalam penerima bantuan apapun. Baik dari kemensos maupun bantuan yang lainnya.

“Bantuan ini sejatinya untuk membantu masyarakat yang selama ini betul-betul merasakan dampak adanya pandemi Covid-19. Jadi pergunakan bantuan ini untuk memenuhi kebutuhan hidup, agar mentaati anjuran pemerintah untuk diam dirumah saja,” harapnya.

Kuwu Nasir juga menghimbau, agar masyarakatnya saling bergotong royong dalam melewati masa pandemi Covid-19 ini. Menurutnya, bantuan tersebut masih belum cukup mengcover semua masyarakat yang terdampak akibat wabah penyakit tersebut.

“Kami menghimbau, untuk masyarakat yang menerima bantuan agar dapat melihat sekelilingnya. Sukur – sukur mereka bisa berbagi dengan masyarakat yang tidak tercover bantuan tersebut, agar tercipta suasana kebersamaan,” pungkasnya.

Sementara itu Suneni, penerima bantuan BLT DD mengaku senang mendapat bantuan tersebut. Menurutnya bantuan itu sangat membantu untuk menutupi kebutuhan hidupnya di situasi yang tidak menentu seperti saat ini.

“Terimakasih atas bantuan yang diberikan pemerintah untuk kami, masyarakat yang terdampak wabah penyakit ini. Semoga bisa bermanfaat bagi kami sekeluarga. Harapan saya sih virus ini bisa cepet pergi, supaya kami bisa hidup normal lagi sebelum adanya pandemi ini,” tandasnya. (ta)

LEAVE A REPLY

2 + 12 =