Desa Tuk Gelar Baksos Donor Darah

Desa Tuk Gelar Baksos Donor Darah

90
0
BERBAGI
Kuwu Tuk Paturohim Wijaya, bersama penggiat donor darah Serka Sanija dan pengurus Kampung KB saat pelaksanaan donor darah.

CIREBON (R) – Pemerintah desa Tuk kecamatan Kedawung menggelar kegaiatan bakti sosial donor darah bersama PMI dan kampung KB desa Tuk, Senin (27/1/2020).

Dalam kesempatan tersebut, puluhan pegawai yang berasal dari pemerintah desa Tuk, pegawai kecamatan dan masyarakat sekitar, ikut berpartisipasi mendonorkan darahnya. Tak terkecuali camat Kedawung Hermawan.

Serka Sanija, anggota TNI Kodim 0620 Kabupaten Cirebon yang juga anggota Koramil 2007 Plumbon, sangat antusias dengan kegiatan bakti sosial donor darah. Dirinya selalu aktif dalam setiap kegiatan bakti sosial donor darah, baik yang dilaksanakan oleh pemerintah maupun pihak swasta.

Serka Sanija mengaku, awal ia terjun sebagai penggiat donor darah, bermula ketika salah satu keluarganya, yang saat itu sangat membutuhkan darah, kesulitan mendapatkan donor darah yang dibutuhkan. Sehingga ia bertekad untuk mencari pendonor, untuk menjamin ketersedian stok darah di UTD PMI, baik Kota dan Kabupaten Cirebon.

“Berdasarkan pengalaman yang dialami ponakan saya waktu itu, yang sangat sulit mendapatkan donor darah, saya mulai bertekad menyuarakan dan mengembangkan bakti sosial donor darah. Terutama untuk Kabupaten Cirebon dan Kota Cirebon,” ungkapnya.

Serka Sanija menerangkan, untuk Kota Cirebon sendiri, tercatat sudah ada 4000 pendonor aktif. Sedangkan di Kabupaten Cirebon, ada 8500 pendonor aktif di luar aparat TNI dan Polri. Bahkan, dirinya juga tercatat sebagai salah satu pengurus POPTI yaitu perkumpulan orang – orang penderita talasemi Indonesia.

“Alhamdulillah di Kota Cirebon sudah ada yayasannya, yaitu POPTI. Di yayasan itu mempunyai 100 orang talasemia, penderita leukimia dan setiap 2 minggu sekali, melakukan transfusi darah. Dari satu orang penderita, membutuhkan 2 labu darah. Untuk Kabupaten Cirebon, lebih dari 300 orang belum punya wadah, yayasan, induk dan belum punya tempat. Sehingga akan terus saya suarakan, agar pihak yang terkait maupun pemerintah provinsi, bisa melihat itu,” lanjutnya.

Serka Sanija mengaku tidak akan pernah kenal lelah, untuk sosial dan kemanusian. Sejak usia 18 tahun, ia sudah aktif melakukan donor darah. Sehingga sampai saat ini, ia sudah melakukan 75 kali donor darah. Aksi sosialnya itu, juga ia tularkan kepada kerabat dan keluarganya. Sehingga keluarganya, tercatat sebagai keluarga pendonor darah aktif.

“Kita jangan ragu untuk sosial kemanusiaan. Karena kalau bukan kita siapa lagi. Kalau bukan sekarang mau kapan. Ini jelas sangat bermanfaat bagi kesehatan dan terutama bagi mereka yang sangat membutuhkan darah. Jadi jangan ragu untuk donor darah,” paparnya.

Sementara itu, Camat Kedawung H. Hermawan mengatakan, dirinya termasuk orang yang aktif berdonor darah. Bahkan ia kerap melakukannya 2 kali setiap tahun. Baik yang dilaksanakan pemerintah desa, maupun pemerintah Kabupaten Cirebon.

“Alhamdulillah, saya rutin melakukannya. Bahkan setiap enam bulan sekali, saya pasti donor darah. Mau di desa atau di kabupaten. Bahkan jika dilaksanakan swasta, saya juga ikut berpartisipasi. Ini sangat besar manfaatnya. Selain menyehatkan, kita dapat pahala dari setiap tetesan darah yang ditransfusikan untuk kemanusian,” terangnya.

Senada dengan Camat Kedawung, Paturohim Wijaya, kuwu desa Tuk mengatakan, kegiatan bakti sosial tersebut merupakan salah satu agenda rutin yang dilaksanakan pemerintah desa Tuk setiap tahunnya.

“Ini merupakan gerakan sosial untuk kemanusiaan. Sehingga kedepan akan terus dilaksanakan. Alhamdulillah partisipasi masyarakat terus meningkat. Tak lupa pula kami ucapkan terimakasih untuk semuanya, yang telah berpartisipasi, sehingga acara ini dapat terselenggara dengan baik,” pungkasnya. (ta)

LEAVE A REPLY

16 − 12 =