Dampak Banjir, PUPR Inventarisir Infrastuktur

Dampak Banjir, PUPR Inventarisir Infrastuktur

591
0
BERBAGI

Cirebon (R) – Musibah banjir yang terjadi satu bulan terakhir, menyebabkan banyak kerugian yang ditimbulkan. Bukan hanya materiil saja, perputaran ekonomi masyarakat, juga ikut terganggu, khususnya bagi mereka yang menjadi korban banjir.

Tidak hanya di masyarakat, kerugian akibat dampak banjir, rupanya juga dirasakan oleh pemerintah. Sejumlah fasilitas umum dan sarana infrastruktur milik pemerintah, rusak dan memperburuk kondisi penanganan musibah.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Cirebon, Ir. H. Avip Suherdian, MT melalui Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA), Ir. Iwan Rizki mengatakan, saat ini pihak Dinas PUPR sedang membantu upaya penanganan musibah, serta melakukan pendataan sejumlah infrastuktur yang mengalami kerusakan akibat bencana banjir.

“Jika bicara soal musibah, tidak ada yang bisa memprediksi. Itu kekuasaan sang Maha Pencipta. Termasuk musibah banjir yang menimpa Kabupaten Cirebon. Tapi kami tetap berupaya membantu masyarakat, agar masalah banjir ini tidak bertambah buruk, dan menimbulkan permasalahan baru,” ujar Iwan, diruang kerjanya, Selasa (13/3/2018).

Dikatakannya, ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya musibah banjir, yang pertama kurangnya kesadaran masyarakat, menjaga kebersihan lingkungan, utamanya sampah. Kedua pendangkalan sungai. Ketiga air kiriman dari hulu dan banyaknya bangunan liar di sempadan sungai. Dan ke empat, ekosistem lingkungan yang sudah mengalami kerusakan.

“Untuk menyelesaikan permasalahan ini, membutuhkan peran serta semua pihak. Tidak hanya pemerintah saja. Butuh kesadaran bersama, untuk mengembalikan ekosistem lingkungan, agar kembali normal,” ujarnya.

Ditambahkannya, dari 9 kecamatan yang terendam banjir, dimungkinkan karena daerah aliran sungai banyak yang mengalami pendangkalan. Kondisi tersebut diperparah dengan adanya kiriman air dari hulu. Sehingga banyak sungai yang tidak mampu menampung debit air dan meluber ke pemukiman penduduk.

“Debit airnya ini sangat luar biasa. Karena beberapa daerah, seperti Kuningan dan Majalengka, aliran airnya juga melewati sungai di Kabupaten Cirebon. Ini yang membuat debit aliran sungai meningkat,” terangnya.

Dijelaskan Iwan, saat ini dinas PUPR Kabupaten Cirebon sedang turun ke lokasi untuk membantu evakuasi bencana, khususnya daerah yang masih tergenang banjir. Sejumlah alat pompa diturunkan untuk membantu menyedot air agar cepat surut.

“Kita sudah turunkan pompa air ke lokasi yang masih tergenang. Mudah-mudahan bisa membantu agar airnya bisa cepat surut. Lokasi yang terparah itu di desa Wanakaya kecamatan Gunungjati. Selama kurang lebih tiga hari, wilayah itu terendam banjir,” pungkasnya.

Belum ada data pasti terkait kerusakan infrastruktur dan fasilitas umum milik pemerintah. Sampai saat ini, pihak dinas PUPR Kabupaten Cirebon masih melakukan pendataan. (NR)

LEAVE A REPLY

2 × four =