Buruh PT. Yamakawa Minta Dewan Berpihak Ke Rakyat Kecil

Buruh PT. Yamakawa Minta Dewan Berpihak Ke Rakyat Kecil

670
0
BERBAGI
Korban PHK PT. Yamakawa Rattan Industry menggelar aksi dukungan kepada Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Cirebon agar berpihak ke rakyat kecil. Mereka menuntut perusahaan memberikan pesangon.

CIREBON (rq) – Pekerja PT. Yamakawa Rattan Industry, korban PHK sepihak, masih berjuang menuntut hak pesangon. Rencananya, Rabu (3/6/2020), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cirebon, akan memanggil para pihak untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Untuk mengawal langkah dewan, para pekerja menggelar aksi dukungan di depan PT. Yamakawa Rattan Industry. Mereka meminta dewan berpihak pada rakyat kecil. Pasalnya, sejak di PHK sampai saat ini, para pekerja kehilangan penghasilan. Nasib mereka pun terkatung-katung tidak jelas.

Perwakilan pekerja PT. Yamakawa Rattan Industry, Abdul Rois, meminta kepada anggota dewan yang terhormat untuk ikut merasakan nasib para pekerja korban PHK. Menurutnya, sampai dengan per saat ini, pihak perusahaan tetap tidak mau memberikan pesangon bagi para pekerja yang di PHK.

“Tuntutan kami cuma satu, bayarkan hak kami sesuai Undang-Undang Ketenagakerjaan. Kami tidak mau cuma diberi kompensasi. Bayarkan hak pesangon kami. Tolong kepada para dewan yang terhormat bantu kami. Pesangon adalah hak kami. Hak anak istri kami,” ujarnya di depan pintu gerbang PT. Yamakawa Rattan Industry,” Selasa (2/6/2020).

Rois menegaskan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan pasal 164, perusahaan wajib memberikan pesangon bagi pekerja yang terkena PHK. Ia menuntut aturan tersebut dilaksanakan oleh perusahaan secara tegas.

“Jika alasan perusahaan rugi, kenapa produksi masih jalan. Kalau memang perusahaan tidak mampu bayar pesangon kami, tunjukkan buktinya. Jangan jadikan Covid-19 sebagai alasan. Kami juga sama terdampak Covid-19. Apalagi kami tidak kerja, di PHK. Mau makan apa anak istri kami dirumah,” ungkapnya.

Melalui aksi dukungan tersebut, Rois berpesan kepada para anggota dewan yang terhormat, agar bisa menghadirkan perusahaan dalam rapat kerja tersebut. Ia mengaku, akan terus melakukan aksi jika tuntutan para pekerja tidak dilaksanakan oleh perusahaan.

“Kami menuntut PT. Yamakawa Rattan menunjukkan laporan keuangan perusahaan ke anggota dewan. Semua harus sama-sama lihat, apa memang ada kerugian yang besar atau cuma biasa saja. Kami tidak mau dibohongi,” pungkasnya.

Aksi dukungan yang dikawal oleh pengurus DPC GRIB Kabupaten Cirebon tersebut berjalan aman dan lancar.

Sementara itu, saat meminta klarifikasi ke pihak perusahaan, salah satu security bernama Alex mengatakan, pihak perusahaan sedang rapat dan tidak bisa diganggu.

“Pihak perusahaan sedang rapat mas. Gak tau selesainya sampai kapan. Nanti saya sampaikan mas, ada dari media mau klarifikasi,” tandasnya. (is/ta)

LEAVE A REPLY

one × one =