BST Tahap 2 Mertapada Wetan Cair, Kuwu Akui Ada Tumpang Tindih Data

BST Tahap 2 Mertapada Wetan Cair, Kuwu Akui Ada Tumpang Tindih Data

349
0
BERBAGI
Proses pembagian BST tahap 2 di desa Mertapada Wetan kecamatan Astanajapura kabupaten Cirebon.

CIREBON (rq) – Pemerintah Desa (Pemdes) Mertapadawetan, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, bagikan Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kemensos tahap 2 senilai Rp 600.000  terdampak Covid-19,  di balai desa tersebut, Kamis,(11/06/2020).

Salah satu Perangkat Desa Mertapadawetan, Erwin, kepada Republiqu menjelaskan, bantuan tersebut merupakan BST tahap 2 senilai Rp 600.000 yang dibagikan untuk 262 KK, dengan standar protokol kesehatan guna mencegah serta memutus penyebaran Covid-19.

“Memang benar, saat ini kami dari pemerintahan Desa menyalurkan Bantuan dari Kemensos tahap 2 sebanyak 262 KK, yang penyalurannya dilakukan di aula Kantor Desa, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, seperti membatasi jarak antara satu warga dengan warga lainnya dan mewajibkan bagi warga yang akan menerima Bansos tersebut, harus mencuci tangan terlebih dahulu dan memakai masker, bagi warga yang tidak mengenakan masker,” ujarnya.

Selain itu, kepada warga, pihaknya memberitahukan tidak akan melayani warga yang tidak mematuhi aturan protokol kesehatan, yang mana bertujuan mencegah serta memutus penyebaran Covid-19.

“Kami tidak melayaninya, terkecuali mereka terlebih dahulu memakai masker,” tegas Erwin.

Sementara itu, ditempat terpisah, Kuwu Desa Mertapadawetan, Sumarno mengatakan, data penerima bantuan saat ini masih belum tertib, tidak sedikit mengalami dobel data dan warga ekonomi rendah lainnya yang tidak tersentuh bantuan.

“Jujur saja, masih banyak warga yang belum memperoleh bantuan karena tumpang tindihnya pendataan. Oleh karenanya, saya tugaskan kepada seluruh jajaran perangkat Desa sampai ke tingkat RT, untuk terus melakukan validasi Data kependudukan, agar semua warga masyarakat memperoleh haknya dengan benar, karena selama ini memang hampir terjadi dibanyak Desa, yang datanya tumpang tindih hingga banyak program Pemerintah yang tidak tepat sasaran,” paparnya.

Namun demikian, Sumarno mengatakan, pihak Pemdes akan terus berusaha memberikan yang terbaik kepada warga masyarakat. Walaupun tentunya tetap banyak warga yang merasa tidak puas, dan itu sudah menjadi sesuatu yang harus diterima oleh seorang Kuwu atau pemimpin.

“Yang terpenting adalah semua pihak harus saling memahami dan tetap mengutamakan kebersamaan,” pungkasnya. (on)

LEAVE A REPLY

3 × 3 =