Belajar Via Online, SMPN 1 Weru Sediakan Kuota Gratis Bagi Yang Tidak...

Belajar Via Online, SMPN 1 Weru Sediakan Kuota Gratis Bagi Yang Tidak Mampu

228
0
BERBAGI
H. Supyani, Kepala SMPN 1 Weru Kabupaten Cirebon.

CIREBON (rq) – Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2020/2021 di SMPN 1 Weru Kabupaten Cirebon telah usai dilaksanakan. Setelah dipastikan di terima, para siswa baru kini mulai memasuki Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Akibat adanya pandemi Covid-19, membuat pelaksanaan MPLS di SMPN 1 Weru dilakukan dengan cara daring. Hal tersebut dikakukan karena sekolah masih belum bisa melaksanakan kegiatan tatap muka di awal tahun ajaran baru 2020/2021. Untuk tahun ini SMPN 1 Weru  menerima siswa baru sejumlah 311 siswa

Kepala Sekolah SMPN 1 Weru, H. Supyani mengatakan, pelaksanaan MPLS untuk tahun ajaran baru kali ini, berbeda dengan pelaksanaan di tahun-tahun sebelumnya. Pihaknya juga akan memperkenalkan lingkungan sekolahnya kepada para siswa baru tersebut.

“Mereka para siswa baru secara bergantian datang ke sekolah untuk mengambil buku-buku paket yang kami pinjamkan. Kemudian datang lagi untuk mengambil buku tugas sekalian memperkenalkan sekolah. Karena bagaimana pun belajar di SMP itu berbeda dengan belajar di SD. Apalagi nanti kita terapkan metode belajar jarak jauh atau daring,” terangnya kepada awak media, Kamis (16/7/2020).

Ia juga menjelaskan, dalam waktu dekat ini beberapa guru akan mendapatkan pembelajaran beberapa aplikasi penunjang dalam metode pembelajaran jarak jauh. Diakuinya pula sekolahnya secara resmi sudah memiliki aplikasi sendiri.

“Insyaallah nanti beberapa hari kedepan ini teman-teman akan diajarkan beberapa aplikasi penunjang yang nantinya disampaikan juga kepada seluruh siswa baru ini. Secara teknis nanti kita dibantu dengan tenaga pengawas dan juga teman-teman yang sudah terbiasa menggunakan ini,” jelasnya.

H. Supyani menambahkan, untuk para siswa yang tidak memiliki sarana handphone, pihaknya mempersilahkan para siswa tersebut mengunakan fasilitas sekolah. Sedangkan yang tidak memiliki kuota internet pihak sekolah juga akan memberikannya. Tentunya hal tersebut setelah mendapat survei dari pihak guru.

“Untuk yang memang tidak memiliki handphone sama sekali, biasanya datang kesini dan menggunakan fasilitas yang ada disekolah untuk mengerjakan tugas. Sama halnya yang tidak memiliki kuota internet, kami akan berikan. Namun setelah di survei para guru dan dinyatakan berhak menerima bantuan,” tambahnya.

Dengan mulai banyaknya sistem pembelajaran menggunakan sistem berbasis online, pihaknya menghimbau untuk para peserta didik baru secepatnya belajar mengenal dunia IT.

“Mau tidak mau anak-anak harus bisa menguasai IT. Kalau tidak dimulai dari sekarang, kami khawatir mereka akan kesulitan dalam menjalani kegiatan belajar mengajar. Terutama yang menggunakan sistem berbasis online,” pungkasnya. (ta)

LEAVE A REPLY

fifteen + ten =