Atasi Sampah, Pemkab Cirebon Disarankan Gandeng Akademisi Dan Optimalkan TPST Desa

Atasi Sampah, Pemkab Cirebon Disarankan Gandeng Akademisi Dan Optimalkan TPST Desa

390
0
BERBAGI
Reklamasi Eks TPA Ciawijapura untuk TPST tingkat desa

CIREBON (rq) – Persoalan pengelolaan sampah masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan 420 pemerintah Desa yang ada di Kabupaten Cirebon.

Demikian dikatakan Kepala Desa Kamarang, Endang Kusnandar (45) saat menanggapi adanya penolakan Pembangunan TPA Sampah oleh warga Kubangdeleg Karangwareng Cirebon, Minggu (3/1)

Endang menilai Pemkab Cirebon masih parsial atau bagian per bagian, padahal dalam menangani sampah harus ditangani secara holistik (menyeluruh) yaitu ditangani dari hulu sampai hilir.

“Yang harus ditanamkan dari awal itu bagaimana masyarakat mau memilah sampah organik dan non organik, karena awal sampah diproduksi itu dari rumah tangga,” Kata Alumni Unpad Geologi 95 tersebut saat ditemui di bilangan jalan Sindanglaut-Ciawigajah Cirebon.

Selain itu, Ia mengatakan banyak penelitian-penilitian tentang pengolahan sampah ditingkat laboraturium kampus yang mengasilkan penemuan baru belum teraplikasikan di masyarakat

“Pemkab Cirebon harus menggandeng para akademisi agar hasil penelitian-penilitiannya tidak nongkrong sebagai literatur saja. Namun bisa diaplikasikan dalam kehidupan masyarakat,” kata Endang

Kepala Desa Ciawijapura Susukanlebak Cirebon, Maman mengaku menemui beberapa kendala dalam mengoprasikan tempat pemrosesan sampah terpadu (TPST) tingkat Desa, selain masalah sumber daya manusia (SDM) dan kesulitan memdapatkan retribusi sampah dari masyarakat Desa

“Ada 3 kendala utama yang dihadapi pemerintah Desa, mulai dari SDM, retribusi dari masyarakat dan terkendala dalam pengalokasian anggaran honor pengelola TPST,” kata Maman

Namun begitu, Maman berharap dengan mengaktifkan kembali TPA Sampah Ciawijapura yang akan dijadikan TPST tingkat Desa maka problem sampah di wilayahnya bisa teratasi.

“Untuk sementara TPST Ciawijapra ini untuk memproses sampah tingkat Desa, tapi tidak menutup kemungkinan bisa dipergunkan untuk TPST tingkat Kecamatan Susukanlebak,” ujarnya

Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Cirebon, Hasan Basori mengatakan sudah ada beberapa TPST ditingkat Desa yang sudah mampu mengolah dan memilah sampah, namun belum bisa memproses sampah yang banyak.

“Idealnya jika ada TPST harus menjadi tempat pemrosesan sampah di tingkat Desa dan ini menjadi segmen penting dari penggunaan Dana Desa, yaitu pemberdayaan masyarakat agar sampah yang diproduksi rumah tangga sudah dipilah,” kata Hasan

Politisi PKB ini juga berharap dalam jangka pendek pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memperbaiki manajeman pengangkutan sampah dengan memperbanyak armada pengangkut sampah untuk mengangkut sampah dari TPS dan sampah liar dipinggir jalan Kabupaten Cirebon.

“Solusi jangka pendek yang harus dilakukan DLH yaitu manajemen pengangkutan sampah,” pungkas Hasan Basor. (on)