Anggaran Panitia Pilwu Megu Gede Belum Cair

Anggaran Panitia Pilwu Megu Gede Belum Cair

238
0
SHARE
Abdullah As (Ketua panitia pilwu desa Megu Gede)

CIREBON (R) – Dana pelaksanaan pilwu serentak di Kabupaten Cirebon yang dijadwalkan dilaksanakan pada Oktober mendatang, dikeluhkan ketua panitia pelaksanaan pilwu (Tim Sebelas) desa Megu Gede kecamatan Weru kabupaten Cirebon.

Pasalnya dana tersebut, sampai saat ini belum ada informasi pasti, kapan dana tersebut dapat dicairkan oleh pemerintah kabupaten Cirebon.

Ketua Tim Sebelas desa Megu Gede Abdullah As mengatakan, proses tahapan pilwu di desanya berjalan dengan baik dan sudah sesuai prosedur yang ditetapkan. Namun ia menyayangkan sampai saat ini, kendala terbesar yang di alami timnya adalah regulasi anggaran yang belum jelas.

“Mungkin untuk desa lain yang memiliki PAD tinggi, maupun yang sudah menuangkannya dalam APBDes perubahan, bisa jadi tidak begitu berpengaruh. Karena sumber dananya untuk sementara bisa dari situ. Sedangkan di kami, itu tidak ada. Jadi kami sendiri mumet terkait dana itu. Sementara seluruh tahapan harus terus berjalan sesuai tahapan yang sudah ditetapkan,” terangnya.

Ia juga menegaskan, persoalan kepastian anggaran pelaksanaan pilwu serentak tersebut, pihaknya meminta pemerintah kabupaten Cirebon, untuk secepatnya menanggapi dengan serius. Sehingga jawaban kepastian anggaran dapat terjawab.

“Saya yakin, persoalan anggaran juga menjadi kendala bagi teman – teman panitia pilwu di desa lain. Jadi kami minta pemerintah Kabupaten Cirebon untuk melihat permasalahan ini secara serius. Jangan sampai ini menjadi besar, kemudian mengganggu suksesnya pelaksanaan pilwu yang sudah di depan mata ini,” tegasnya.

Abdullah juga menerangkan, selain persoalan anggaran ada persoalan lain yang dapat mengganggu proses pilwu, yaitu kurangnya pendampingan yang diberikan oleh pemerintah desa Megu Gede. Sehingga panitia pilwu sendiri seolah – olah berjalan sendiri.

“Selain masalah anggaran, kami juga di sini seperti yatim piatu, yang tidak mendapatkan perhatian dari orang tua. Ditambah lagi, kami harus berpindah – pindah ruangan, ibarat kucing yang baru melahirkan, karena kantor desa yang sedang direhab,” pungkasnya. (ta)

LEAVE A REPLY

8 − four =