Akreditasi Puskesmas Astapada, Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan

Akreditasi Puskesmas Astapada, Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan

701
0
BERBAGI
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Diding Sarifudin (kedua dari kiri) berswafoto bersama tim surveyor Kemenkes RI dan Kepala Puskesmas Astapada

CIREBON (R) – Tim Surveyor Akreditasi Puskesmas Kementerian Kesehatan RI, melakukan kunjungan ke Puskesmas Lurah dan Puskesmas Astapada Kabupaten Cirebon, Sabtu (1/12/2018).

Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, melalui Kabid Pelayanan Kesehatan, Diding Sarifudin mengatakan, puskesmas tersebut termasuk dalam 20 puskesmas yang di agendakan mendapat akreditasi di tahun 2018.

Sementara menurutnya, ada 12 puskesmas yang akan melaksanakan akreditasi di tahun 2019. Ditambah reakreditasi, karena setiap 3 tahun sekali Dinas kesehatan melaksanakan Akreditasi.

“Kalau melihat tampilan puskesmas sekarang, itu luar biasa perubahannya. Mulai dari tata graha kemudian dokumennya. Artinya menunjukan proses perubahan yang sangat signifikan. Namun soal hasilnya, mendapat akreditasi atau tidak, kita serahkan kepada tim surveyor untuk diserahkan ke komisi dan dari situlah akan menetapkan apakah terakreditasi atau tidak,” jelasnya.

Diding juga menambahkan, Dinas Kesehatan selalu mendukung serta memberikan pembinaan dalam meningkatkan kinerja dan peningkatan mutu pelayanan kepada masyarakat.

“Puskemas ini kita fasilitasi, artinya Dinas Kesehatan menyiapkan puskesmas dan menjadwalkan kegitan Akreditasi ini. Sejak awal Dinas Kesehatan selalu mendampingi sosialisasi, workshop dan pendampingan. Dari awal tahun, sampai saat ini kita masih melakukan pendampingan,” jelasnya.

Dikatakan Diding, di tahun 2018 ini dari 20 puskesmas yang dijadwalkan akreditasi. Sebanyak 16 puskesmas, sudah dilakukan survey, tinggal 4 puskesmas lagi yang belum dilakukan survey.

“Secara keseluruhan yang sudah di survei tahun 2016 – 2017 ada 28 puskesmas dan ditambah tahun ini 16 puskesmas, totalnya sebanyak 44 puskesmas, yang sudah dilakukan survey. Tapi yang sudah keluar hasilnya itu baru 28 puskesmas. Sebanyak 10 akreditasi Madya,10 akreditasi Utama dan 8 akreditasi dasar,” imbuhnya.

Kegiatan akreditasi ini, menurut Diding mampu merubah, baik kebiasaan maupun pelayanan. Itu bisa dilihat dan dibandingkan dari sebelum akreditasi, dengan yang sudah terakreditasi.

“Artinya, setelah mendapatkan akreditasi, pelayanan masyarakat harus lebih ditingkatkan sesuai dengan standar pelayanan yang sudah ditentukan. Utamanya memberikan rasa nyaman dan aman kepada pasien. Artinya puskesmas yang melakukan akreditasi itu, tujuan utamanya untuk memberikan pelayanan yang bermutu,” tuturnya.

Diding berharap, akreditasi puskesmas dapat memacu peningkatan mutu dalam memberikan pelayanan yang berkualitas kepada masyarakat. Menurutnya, pelayanan prima itu, jangan hanya dilakukan ketika ada penilaian saja. Melainkan menjadi budaya yang terus menerus dilaksanakan demi kepuasan masyarakat. (ta)

Penyunting : wanto

LEAVE A REPLY

eleven + six =