Agustus Kelas 1 SD Di Imunisasi Campak

Agustus Kelas 1 SD Di Imunisasi Campak

477
0
BERBAGI

CIREBON (R) – Jelang pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) tahun 2018, Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon bersama dengan instansi terkait, melaksanakan pertemuan lintas sektoral untuk membahas persiapan yang akan dilaksanakan pemerintah, di salah satu hotel wilayah Kedawung, Selasa (21/8/2018).

Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinkes Kabupaten Cirebon, Nanang Ruhyana mengatakan, pada bulan Agustus 2018 ini, program imunisasi akan di khususkan bagi para siswa kelas 1 dan kelas 2 SD se-kabupaten Cirebon.

“Dengan dilaksanakannya pertemuan lintas sektoral, tujuannya agar semua yang terlibat, mendukung penuh kesuksesan program imunisasi tersebut,” terangnya.

Dikatakan Nanang, kegiatan Bulan Imunisasi Anak Sekolah akan dilaksanakan pada Agustus dan Nopember, dengan target seluruh sekolah dasar dan MI se – kabupaten Cirebon.

“Pada Agustus ini akan dilaksanakan imunisasi campak bagi siswa kelas 1 SD dan MI. Sementara Nopember akan dilaksanakan pemberian vaksin DT bagi kelas 1 dan TD bagi kelas 2,” ungkapnya.

Nanang menjelaskan, perbedaan vaksin DT dan TD adalah pada komposisi kandungan vaksin tersebut. Pada vaksin DT kandungan anti difterinya lebih banyak. Sedangkan vaksin TD kandungan anti tetanusnya yang lebih banyak.

“Imunisasi bagi kelas 1 ini merupakan tahap ketiga dari pemberian campak dan DPT dimana saat umur anak menginjak ke 6 tahun dan 7 tahun, biasanya akan terjadi penurunan daya tahan tubuh, sehingga apabila terjadi campak tidak menyebabkan kematian,” jelasnya.

Dikatakan Nanang, data jumlah siswa di Kabupaten Cirebon yang akan di imunisasi adalah sebanyak 36.900 untuk siswa kelas 1 dan 37.200 untuk siswa kelas 2. Data tersebut terdiri dari siswa SD dan MI.

“Ada 7 tahapan proses screening sebelum dilakukan imunisasi, salah satunya adalah mengecek kondisi kesehatan siswa. Diharapkan program imunisasi ini 95 persen targetnya bisa tercapai. Kita masih menunggu rekap dari tim di lapangan,” imbuhnya.

Nanang juga menjamin vaksin yang digunakan dalam program imunisasi tersebut aman dan telah mendapat lisensi dari WHO, selaku badan kesehatan dunia. Sehingga keamanan dan legalitasnya dapat dipertanggungjawabkan.

“Vaksin sudah pasti aman dan berstandar internasional. Sudah digunakan di 114 negara. Pemberiannya juga akan dilakukan oleh petugas puskesmas. Kami berharap semuanya sesuai rencana dan tidak terjadi masalah,” pungkasnya (ris/ta)

Penyunting : wanto

LEAVE A REPLY

fifteen + 7 =