28 Desember Pelantikan Kuwu Serentak Digelar, Ini Mekanismenya

28 Desember Pelantikan Kuwu Serentak Digelar, Ini Mekanismenya

497
0
BERBAGI
Bupati Cirebon, Drs. H. Imron Rosyadi, M.Ag., saat monitoring pilwu serentak Kabupaten Cirebon serentak beberapa waktu lalu di desa Kecomberan Kecamatan Talun.

CIREBON (R) – Tahapan pelaksanaan pilwu serentak hampir selesai. Sebanyak 176 desa di Kabupaten Cirebon, yang mengikuti pemilihan kuwu serentak, telah menentukan calon pemimpinnya masing – masing. Selanjutnya, hasil pemilihan tersebut, Pemerintah melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, akan menggelar pelantikan pada tanggal 28 Desember 2019, yang bertempat di Ballroom The Radiant Convention Hall.

Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Cirebon, Suhartono melalui Kepala Bidang Pemerintahan Desa, Nanan Abdul Manan, membenarkan informasi tersebut. Menurutnya saat ini pemerintah Kabupaten Cirebon, tengah mempersiapkan proses pelantikan 176 kuwu terpilih pada pilwu serentak tahun 2019.

“Kami masih melakukan rapat koordinasi dengan semua unsur pemerintahan yang terkait, baik Satpol PP, Kepolisian dan unsur terkait lainnya, termasuk Forkopimda. Sesuai rencana pelantikan akan dilaksanakan pada 28 Desember 2019, bertempat di Ballroom The Radiant Convention Hall,” terangnya, Jum’at (20/12/2019) diruang kerjanya.

Dikatakan Nanan, 176 kuwu terpilih nantinya akan dikarantina pada 27 Desember 2019 di hotel The Radiant, untuk selanjutnya diberikan informasi sekaligus gladi resik, pelaksanaan pengambilan sumpah dan jabatan kuwu yang akan dilantik langsung oleh Bupati Cirebon, Drs. H. Imron Rosyadi, M.Ag.

“Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatannya, tanggal 28 Desember 2019. Dikarantina tanggal 27 Desember 2019, ba’da shalat Jum’at. Maksud dikarantina, supaya bisa persiapan. Sekaligus juga ada penyampaian dari Forkopimda, sebagai pembekalan bagi para kuwu terpilih,” jelas Nanan.

Selain diberikan pembekalan, Nanan juga mengungkapkan, tujuan dari karantina adalah agar para kuwu terpilih lebih siap mengikuti pelaksanaan pemilihan kuwu serentak. Sehingga saat acara dimulai, semua kuwu yang akan diambil sumpah jabatannya oleh Bupati Cirebon, sudah siap dalam ruangan dan menempati kursinya masing – masing.

“Para kuwu terpilih wajib mengikuti karantina. Karena selain diberikan pemahaman dan wawasan, juga dipersiapkan untuk diambil sumpah jabatan pada esok harinya. Sehingga tidak ada lagi calon kuwu yang terlambat akibat terjebak macet atau karena alasan lain,” ujarnya.

Terkait perwakilan yang diperkenankan masuk dalam ruangan pelantikan, Nanan menjelaskan, panitia sudah menyiapkan undangan untuk seluruh perwakilan kuwu terpilih yang diperbolehkan masuk, diantaranya, suami atau istri kuwu terpilih, keluarga kuwu terpilih, Ketua BPD, Pjs Kuwu, dan Ketua Panitia. Untuk pendukung dan simpatisan kuwu, panitia menyediakan hall outdoor (tempat pertemuan) di sebelah timur gedung utama.

“Karena ruangannya terbatas, panitia membatasi perwakilan yang diperbolehkan mengikuti prosesi pelantikan dan pengangkatan sumpah jabatan kuwu terpilih. Hanya lima perwakilan yang diperbolehkan masuk. Semuanya nanti diberikan undangan.  Termasuk juga rekan – rekan media dan tamu undangan lainnya. Nanti disediakan id card supaya diperbolehkan masuk. Jadi benar – benar dibatasi, karena ruangannya terbatas,” ungkapnya.

Terkait gugatan pilwu, Nanan menyerahkannya kepada pihak yang menanganinya. Menurutnya, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa hanya sebagai pelaksana tahapan pemilihan kuwu serentak tahun 2019. Tahapan akhirnya adalah pelaksanaan pelantikan serentak bagi kuwu terpilih.

“Mengenai gugatan pilwu, bukan ranahnya kami. Sesuai dengan tahapan pilwu, kuwu terpilih harus dilantik dan diambil sumpah jabatan. Soal permasalahan hukum, ada lagi yang menangani. Silahkan tanyakan ke yang berwenang menjawab,” pungkasnya. (is)

LEAVE A REPLY

one + four =