12 Warganya Terserang DBD, Kuwu Karangsari Weru Lakukan Fogging

12 Warganya Terserang DBD, Kuwu Karangsari Weru Lakukan Fogging

340
0
BERBAGI
Kuwu Karangsari Kecamatan Weru, Nasirudin, mengecek langsung ke lokasi pelaksaan fogging di lingkungan masyarakatnya.

CIREBON (rq) – Guna membatasi penyebaran penyakit demam berdarah atau DBD di desa Karangsari kecamatan Weru kabupaten Cirebon, Dinas Kesehatan kabupaten Cirebon melakukan pengasapan atau fogging ke beberapa wilayah di desa Karangsari. Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut setelah ditemukannya 12 pasien terjangkit demam berdarah di desa Karangsari.

Kuwu Desa Karangsari, Nasirudin di tengah-tengah kegiatan tersebut mengatakan, adanya fogging tersebut di dasari atas laporan diagnosa dari salah satu Rumah Sakit kepada 12 masyarakatnya yang dinyatakan terjangkit DBD. Diakuinya, para pasien tersebut berasal dari beberapa lokasi di wilayahnya.

“Yang baling banyak berasal dari RW 3, RT 2 dan 3, terus di RW 6 RT 4 dan 1. Maka dari itu, kemarin kita mengajukan usulan kepada Puskesmas kemudian dari Puskesmas mengajukan ke Dinas kesehatan melalui bidang P2P untuk dilakukannya pengasapan di wilayah kami,” terangnya.

Dijelaskannya juga, pengasapan tersebut bukan akhir dari upaya memutus penyebaran nyamuk DBD, karenanya pengasapan tersebut hanya bersifat mematikan sesaat. Ia menegaskan bahwa yang paling utama adalah menjaga kebersihan lingkungannya masing-masing.

“Dengan kejadian ini, masyarakat harus ikut sadar bahwa pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Dan yang terpenting adalah jangan membuang sampah sembarangan, sehingga membuat lingkungan jadi kotor dan berpotensi untuk nyamuk berkembang biak,” jelasnya.

Kuwu juga memaparkan, untuk kegiatan fogging kali ini berlokasi di dua RW, terutama untuk wilayah yang banyak di temukannya anak yang terkena DBD. Untuk wilayah lain di desanya, ia berharap tidak di temukan lagi kasus baru yang terkena DBD.

“Kegiatan fogging kali ini kami fokuskan di wilayah-wilayah yang memang banyak terkena DBD. Oleh karena itu untuk wilayah lain, kami jelas berharap agar masyarakat dapat menjaga kebersihan lingkungannya, terutama wilayah rumahnya sendiri. Bila mana ada genangan air, kita harus buang atau kita musnahkan karena disitulah nyamuk berkembang biak. Sehingga tidak ada lagi korban terutama anak-anak yang memang rentan terhadap nyamuk itu,” paparnya.

Nasirudin juga mengakui, kegiatan fogging di wilayahnya sudah 3 kali dilakukan. Hal tersebut menunjukan bahwa kesadaran menjaga kebersihan lingkungan, perlu ditingkatkan lagi. Ia juga berterima kasih untuk seluruh elemen terkait yang telah membantu terlaksananya kegiatan fogging di wilayahnya.

“Fogging ini bukan kali pertama, sudah ketiga kalinya sama ini. Dengan kejadian ini, otomatis tergambar bahwa kebersihan lingkungan di wilayah kami, belum sepenuhnya terjaga dengan baik. Maka dari itu, kami menghimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada dan menjaga kebersihan lingkungannya masing-masing,” pungkasnya. (ta)

LEAVE A REPLY

4 × 4 =